Kabar Journalist

Home / Sukabumi

Minggu, 8 Februari 2026 - 23:00 WIB

PWI Kabupaten Sukabumi Melaksanakan Safari Jurnalistik ke Mabda Islam Kecamatan Nyalindung

Kabarjournalist.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi mengadakan Edukasi dan Pelatihan kepada para Santriwan dan Satriwati Pondok Pesantren Mabda Islam, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Minggu, 8 Februari 2026.

Dalam rangka untuk menyambut Hari Pers Nasional dan Hari Ulang Tahun (HUT) PWI ke 80, Organisasi Kewartawanan PWI Kabupaten Sukabumi ini melaksanakan Safari Jurnalistik.

Pada kesempatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus PWI Kabupaten Sukabumi dan selalu Mentor pada pelaksanaan Pelatihan ini yaitu PLT. Sekretaris PWI Kabupaten Sukabumi, Achmad Zazuli.

“Wartawan tidak boleh mengarang,” tegas Zazuli membuka sesi. Kalimat singkat itu langsung memancing perhatian peserta.

Menurutnya, jurnalisme berdiri di atas fondasi kejujuran dan tanggung jawab publik. Informasi harus disampaikan objektif, apa adanya, dan jelas.

Baca Juga  Menteri LHK RI Tutup Diklat Reguler Polhut Tahun 2023

“Berita harus memenuhi unsur SPOK, serta 5W + 1H. Tanpa itu, tulisan bukan berita, hanya cerita,” ujarnya.

Menanamkan Etika Sejak Dini
Kegiatan pelatihan dasar jurnalistik ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HPN dan HUT PWI di lingkungan Kabupaten Sukabumi. Safari jurnalistik sengaja menyasar kalangan pelajar dan santri untuk menanamkan literasi media sejak dini.

Di era banjir informasi, kemampuan memilah fakta dinilai menjadi keterampilan penting bagi generasi muda. Apalagi, santri kini tak hanya hidup di ruang pesantren, tetapi juga di ruang digital yang bergerak cepat.

Baca Juga  Pelantikan Pengurus GM FKPPI Kota Sukabumi Dihadiri Penjabat Walikota Sukabumi. Ini Kata Kang Tutus !!

Zazuli menekankan bahwa jurnalis memiliki tanggung jawab sosial yang besar.

“Wartawan harus menyampaikan fakta, bukan opini pribadi. Objektivitas adalah napas jurnalisme,” katanya.
Dari Teori ke Praktik

Tak berhenti pada teori, peserta juga diajak langsung mempraktikkan penulisan berita. Setelah memahami unsur 5W+1H — what, who, when, where, why, dan how — para santri diberi tugas membuat berita sederhana dari peristiwa di sekitar mereka.

Suasana kelas berubah menjadi ruang redaksi mini. Diskusi kecil terdengar di sudut ruangan, beberapa peserta sibuk menyusun kalimat, sementara lainnya saling mengoreksi tulisan.

Metode praktik ini bertujuan agar peserta memahami bahwa menulis berita bukan sekadar merangkai kata, melainkan menyusun fakta secara sistematis dan mudah dipahami.

Baca Juga  Menyemai Semangat Kebangkitan: Komitmen PWI Kabupaten Sukabumi demi Daerah dan Negeri

Literasi Media untuk Generasi Pesantren
Pelatihan ini menjadi bukti bahwa dunia pesantren terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Literasi media kini menjadi bekal penting bagi santri agar mampu menyaring informasi sekaligus menyampaikan kebenaran kepada masyarakat.

Safari jurnalistik ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi muda yang melek media, kritis terhadap informasi, dan memahami nilai-nilai dasar jurnalistik.
Di tengah derasnya arus informasi digital, pesan sederhana dari pelatihan ini terasa relevan: menulis berita bukan soal gaya, tetapi soal tanggung jawab pada kebenaran.

(Red)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pemkot Sukabumi Salurkan Bantuan Bagi Warga Kecamatan Baros

pemerintahan

MONEV PEMBANGUNAN DI SUKALARANG DAN CIREUNGHAS, WABUP” HASILNYA SUDAH BISA DIMANFAATKAN”

Sukabumi

Andang Tjahjandi Dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Sukabumi

Sukabumi

Diduga Terlibat Aksi Tawuran, 8 Remaja di Sukabumi Digodok Lentera Bintana

pemerintahan

Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi , Ayep Zaki dan Bobby Maulana , Mendaftar di KPU Kota Sukabumi.

Sukabumi

Edarkan Obat Berbahaya, Dua Pemuda di Kota Sukabumi Diciduk Polisi

Sukabumi

Community Musingin Trail Adventure Jajal Keindahan Pantai Minajaya Surade

Ekonomi

Mahasiswa UMMI Kota Sukabumi Sambangi Pokdakan Sauyunan Kadulawang