Kabar Journalist

Home / Sukabumi

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:24 WIB

KPH Sukabumi Kolaborasi Yayasan Kiara Terapkan Prinsip Pengelolaan Hutan Lestari

Kabarjournalist.com – SUKABUMI – Upaya pelestarian satwa endemik yang terancam punah terus ditingkatkan melalui aksi nyata di lapangan. Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi resmi menggandeng Yayasan KIARA (Konservasi Ekosistem Alam Nusantara) dalam sebuah program kolaboratif untuk memperkaya pakan alami satwa owa di kawasan hutan RPH Hanjuang Selatan, BKPH Lengkong. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam menerapkan prinsip Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) guna menjaga keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Laporan hasil pelaksanaan program di atas lahan seluas 3,69 hektare tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan KIARA, Rahayu Oktaviani, kepada Wakil Administratur KPH Sukabumi, Aldy Juliansah, dalam pertemuan resmi di Control Room Perhutani KPH Sukabumi, Jumat (2/10/2026).

Baca Juga  Media Lingkarpena Gandeng Perum Perhutani dan Komunitas Salurkan Bantuan ke Korban Bencana Ciemas

Melalui kemitraan ini, Perhutani memfasilitasi ruang bagi pemangku kepentingan untuk ikut serta menjaga keseimbangan ekologis hutan tanpa mengesampingkan fungsi kelestariannya.

Wakil Administratur KPH Sukabumi, Aldy Juliansah, yang didampingi jajaran manajemen, menegaskan bahwa pihak Perhutani sangat terbuka terhadap sinergi lintas sektor demi keselamatan satwa dilindungi tersebut.

“Kami mengapresiasi kontribusi nyata Yayasan KIARA dalam memasok ketersediaan pakan alami bagi owa jawa di habitat aslinya. Perhutani berkomitmen penuh untuk terus mendukung kegiatan konservasi sejenis agar memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian ekosistem,” tegas Aldy Juliansah

Baca Juga  Hasil Keputusan Kongres Ormas Buah Batu Corp Yang Digelar di Hotel Lengkong 2 "BBC INDONESIA"

Di sisi lain, keberhasilan konservasi owa sangat bergantung pada kecukupan pangan di dalam hutan agar satwa tidak kesulitan bertahan hidup atau keluar dari habitatnya. Oleh karena itu, program pengkayaan di petak 48A-1 ini menerapkan metode vegetasi dengan pertimbangan ilmiah yang matang. Beberapa jenis pohon lokal yang ditanam meliputi Altingia excelsa (rasamala) dan Schima wallichii (puspa).

Baca Juga  Itwasda Polda Jabar Cek Pelayanan Publik Samsat dan Satlantas Polres Sukabumi Kota

Selain pohon lokal, komponen paling krusial yang ditanam adalah tanaman buah dari genus Ficus, seperti beringin dan kiara. Rahayu Oktaviani memaparkan bahwa pemilihan jenis Ficus didasarkan pada karakteristik uniknya yang memiliki periode berbuah relatif tersedia sepanjang tahun. Dengan pasokan buah yang stabil di setiap musim, kualitas habitat hutan Hanjuang Selatan diharapkan meningkat secara signifikan dalam menyokong eksistensi satwa owa jawa secara berkelanjutan.

Share :

Baca Juga

Sukabumi

Selamat Hari Jadi BPR-BPRS Nasional

Jawa Barat

SDN Suryakencana CBM Menerima Salah Seorang Siswa Ber “IQ” Mendekati Jenius

pemerintahan

Wakil Wali Kota Sukabumi Buka Kegiatan Bakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa 2023

Jawa Barat

5 Propinsi di Indonesia Ramaikan Kejuaraan Sukabumi Challange Taekwondo Walikota Cup 2023

Bisnis

Pokdakan Sauyunan Kadulawang Wadahi Warganya Berkarya dan Berinovasi. Ayo Dukung, Jangan Dihalangi !!

Jawa Barat

Anggota Komisi XI DPR RI Gandeng BI Menggelar FGD di Sukabumi Terkait BUMDES

Ekonomi

Tingkatkan SDM Karyawan, Perumda AM TJM Adakan Pelatihan Penyambungan Pipa HDPE

Sukabumi

Kalapas Warungkiara Pimpin Ikrar Zero Halinar, Tegaskan Komitmen Jaga Integritas