Kabarjournalist.com – Sukabumi – Pengemudi Ojek Online Muhammad Zaldi Pahrezi (24), yang menjadi korban dugaan penembakan senapan angin di Jalan Stasiun Timur, Kota Sukabumi mendapatkan santunan dan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Ketenagakerjaan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Alpian, menyampaikan hal tersebut saat menjenguk langsung korban di rumah sakit, Senin (26/10/2026). Status kepesertaan Zaldi tercatat aktif sejak Maret 2026, dan insiden terjadi saat yang bersangkutan sedang menjalankan tugas pekerjaannya.
“Pembiayaan insyaallah full. Jadi, saya sampaikan jangan dipikirin biaya, yang penting recovery-nya. Masyarakat supaya fokus ke penyembuhan,” ujar Alpian.
Prioritas saat ini adalah pemulihan kesehatan korban. Besaran santunan akan disesuaikan dengan dasar perhitungan manfaat kepesertaan yang berlaku.
Alpian juga menghimbau seluruh pekerja, khususnya yang berisiko tinggi seperti pengemudi ojol, kurir, dan sopir, untuk memastikan dirinya terlindungi jaminan sosial.
“Tanpa perlindungan, musibah di tempat kerja berpotensi menimbulkan beban ekonomi berat bagi pekerja dan keluarga” ucapnya.
Sebelumnya, Zaldi mengalami luka di bagian belakang leher akibat dugaan penembakan oleh orang tidak dikenal pada Minggu (25/10/2026) dini hari. Penanganan medis lanjutan akan mengikuti rekomendasi dokter yang merawat.
Terkait pembiayaan, Yanyan mengatakan biaya perawatan Zaldi dijamin BPJS Ketenagakerjaan karena korban terdaftar sebagai peserta dan mengalami kejadian tersebut saat menjalankan pekerjaannya sebagai pengemudi ojol.
“Yang bersangkutan terdaftar sebagai anggota yang membayar premi, sehingga karena ini sedang bekerja melaksanakan tugas sebagai ojeknya, penjaminan dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Yanyan juga menjelaskan, biaya perawatan akan bergantung pada jenis tindakan medis yang dibutuhkan. Jika tidak memerlukan operasi, biaya penanganan diperkirakan di bawah Rp5 juta. Namun, apabila pasien membutuhkan operasi tulang belakang seperti laminektomi, biayanya dapat mencapai lebih dari Rp20 juta hingga Rp30 juta jika harus ditanggung sendiri.
Sebelumnya, Muhamad Zaldi Pahrezi diduga menjadi korban penembakan oleh orang tidak dikenal di Jalan Stasiun Timur, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, pada Minggu dini hari. Kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian.
Red/HJS





















Total Users : 104204
Total views : 186607