Kabarjournalist.com – Sukabumi – Nama Eva Arnaz dulu dikenal jutaan penonton layar kaca Indonesia. Namun hari ini, nama itu tertulis di lembar ikrar yang jauh lebih abadi: sebuah lahan di Perbawati, Warnasari, Kabupaten Sukabumi, yang kini dihadiahkan untuk jalan Allah menjadi masjid dan rumah tahfiz Al-Qur’an.

Di Wisma Brata, Jalan Aminta Azmali No. 32, Kota Sukabumi, Minggu (25/10/2026), Hj. Eva Arnaz duduk bersama para tokoh masyarakat dan penggiat dakwah. Tak ada sorak sorai ketenaran, hanya keikhlasan yang terbungkus senyum tulus. “Bismillah, atas izin Allah,” begitu beliau memulai pembicaraannya.
Sebidang Tanah, Jalan Kebaikan
Kisah ini bermula sejak lama. Sebidang tanah seluas 2.000 meter persegi di Perbawati, Warnasari, telah dimilikinya sejak 1987. Sertifikat Hak Milik itu sempat tertunda pemanfaatannya karena masalah administrasi pertanahan. Namun setelah proses verifikasi di Badan Pertanahan Nasional, kejelasan hukum akhirnya terpatri tanah itu sah miliknya, dan kini, sah pula diwakafkan untuk umat.

Dari total luas tersebut, 500 m² telah resmi diikrarkan untuk pembangunan masjid dan rumah tahfiz Al-Qur’an. Sisanya, Insya Allah, akan disesuaikan pemanfaatannya untuk kepentingan umat.
“Saya yang membayar PBB-nya sejak dulu. Saya yang merawatnya. Sekarang, Bismillah —ini bukan milik saya lagi. Ini milik Allah, untuk umat,” ucap Hj. Eva dengan lembut namun tegas.
Bukan Sendirian
Mewujudkan niat ini, beliau tidak berjalan seorang diri. Di sampingnya berdiri Kompol (Purn) Sunarya Ishak, SH, MH.,Muhammad Saleh Arip, SH., dan Samer Amin selaku pembina masjid yang kini mulai tumbuh pondasinya. Sinergi pun terjalin erat dengan mantan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, serta Dr. KH. Ece Supriatna Mubarok, M.Sc., M.M., pimpinan Ponpes Al Matuq dan Ponpes Yaspida.
Beliau juga resmi bergabung dalam komunitas Sukabumi Mengaji dan beberapa majelis taklim serta yayasan sosial di Jakarta turut melangkah bersama. Semua menyatu dalam satu tujuan, memudahkan jalan menuju kebaikan.
“Semoga kedepan, Insya Allah untuk dakwahnya akan bersatu dengan Sukabumi Mengaji,” ungkapnya.
Hijrah yang Nyata

Bagi Hj. Eva, apa yang dilakukannya adalah kelanjutan dari langkah hijrah yang telah dipilihnya sejak muda meninggalkan dunia hiburan untuk berjalan di jalan yang lebih diridhoi.
“Saya bukan orang kaya raya. Apa yang saya miliki hanyalah titipan Allah. Jika ada yang bisa saya berikan, biarlah yang bermanfaat itu terus mengalir, bahkan saat saya sudah tidak ada di dunia ini,” tuturnya.
Ada satu pesan yang terus beliau tegaskan: “Orang yang paling dicintai Allah, adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi sesama.”
Pembangunan pondasi di lahan tersebut sudah dimulai kembali. Sederhana langkahnya, namun besar harapannya semoga masjid ini menjadi tempat ibadah yang diridhoi, dan rumah tahfiz ini melahirkan generasi penjaga Al-Qur’an yang berguna bagi bangsa dan agama.
Semoga langkah mulia Hj. Eva Arnaz menjadi amal jariyah yang tak terputus pahalanya, dan menginspirasi kita semua untuk turut menanam kebaikan di mana pun kita berada.

Sementara itu, Kompol (Purn) Sunarya Ishak, S.H., M.H., sangat mendukung sekali kegiatan tersebut .
“Saya mendukung sekali kegiatan yang dilaksanakan oleh Bunda Eva, yaitu membangun masjid. Ini sangat bermanfaat dan berkah bagi semua umat yang akan menggunakannya ke depan, untuk memakmurkan rumah Allah. Memang merintis dan membangun masjid itu tidak mudah. Namun, kami akan tetap berjuang sampai masjid tersebut terbangun dengan baik, selesai, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas.Terima kasih. Semoga niat baik kita semua senantiasa dimudahkan Allah,” terangnya.
Red/HJS























Total Users : 103895
Total views : 186207