Kabarjournalist.com— Maraknya praktik pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium memicu langkah nyata dari Perempuan Tani HKTI Jawa Barat. Organisasi ini menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal penyaluran beras SPHP BULOG agar sampai tepat di tangan yang membutuhkan.
Ketua Perempuan Tani HKTI DPD Jawa Barat, Resna Oktaviana, menegaskan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah, khususnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam memberantas mafia beras. “Kami mendukung penuh tindakan tegas terhadap praktik oplosan yang merugikan rakyat,” ujarnya, Minggu (1/11/2026).

Dengan jaringan yang menjangkau hingga ke desa-desa, Perempuan Tani HKTI Jabar menawarkan solusi konkret melalui Kios Pangan GPH dan Rumah Pangan Kita yang tersebar di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. “Kami hadir di tengah masyarakat, bukan pedagang musiman. Struktur kami kuat dan terhubung langsung dengan tingkat nasional,” tegas Resna.
Dalam penyalurannya, mereka menjamin tiga prinsip utama: bebas oplosan, penyaluran tepat sasaran berbasis data, serta dijual sesuai HET Rp12.500 per kilogram. Komitmen ini dijalankan bukan untuk keuntungan pribadi, melainkan atas kepedulian terhadap stabilitas pangan rakyat. “Kami adalah perempuan. Kami tidak akan tega membohongi dapur rakyatnya sendiri,” pungkas Resna






















Total Users : 105326
Total views : 188063