Kabarjournalist.com – Sukabumi – Di dunia usaha yang penuh hiruk-pikuk persaingan, ada sosok yang memilih diam dan bekerja. Bukan karena takut, melainkan percaya bahwa karya nyata dan perjuangan yang tak terlihat akan berbicara lebih lantang dibanding sekadar kata-kata.
Ia adalah sosok di balik Yammy Babeh, pelaku UMKM Sukabumi yang namanya kini disapa dan dikenal para pendamping usaha se-Indonesia, bahkan menembus hingga luar negeri.
Berawal dari tahun 2016 hanya bermodalkan satu produk opak, perjalanan tak semudah membalik telapak tangan. Berangkat pukul dua pagi bersama suami, pulang pukul sembilan malam menempuh perjalanan jauh dengan biaya sendiri demi mengikuti kompetisi, pernah mengalami kegagalan tanam berkali-kali sebelum akhirnya berhasil—itulah potret perjuangan yang jarang diketahui orang lain.

Namun hasilnya tak mengkhianati usaha. Gelar Juara Juragan Zaman Now Metro TV tahun 2022, hingga meraih Pemenang Pangan Award Kementerian Perdagangan tahun 2024 berhasil diraih. Namanya kini melintas hingga ke Bangkok, Hongkong, dan Malaysia. “Kalau ketemu sesama pendamping atau pelaku UMKM se-Indonesia, pasti bertanya: ‘Kenal Yammy Babeh dari Sukabumi tidak?’,” ujar Ade Soelistyowati, ibu kelahiran tahun 1977 selaku Owner Yammy Babeh dengan rendah hati kepada Kabarjournalist.com. Senin, 20/07/2026.
Inovasi Terbaru: Kangkung Ungu dan Harapan Baru
Kini, Yammy Babeh tak berhenti pada produk lama. Bersama Universitas Muhammadiyah, ia merintis terobosan baru lewat penelitian tanaman kangkung varietas unggul, yakni Kangkung Ungu Varietas 71 hasil penelitian BRIN dan proses pengolahannyapun dilakukan di Fakultas Pertanian Jurusan Agrobisnis UMMI.

Bukan sekadar kangkung biasa, tanaman ini lahir dari riset panjang yang sempat gagal beberapa kali tanam, hingga akhirnya berhasil dipanen pada Juni lalu.
Dari tanaman yang hanya butuh waktu 25 hari panen itu, akan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah tinggi:
– Tepung kangkung
– Minuman siap saji (ready to drink)
– Abon kangkung

Hak cipta inovasi tetap dipegangnya, sementara proses produksi memanfaatkan fasilitas dan melibatkan mahasiswa di kampus untuk belajar bersama. Jika berjalan lancar, produk ini akan resmi diluncurkan dan dipamerkan di Pameran Halal Expo Kementerian Perindustrian pada September, serta Trade Expo Indonesia pada Oktober 2026.
Pesan Edukasi: Keberhasilan Lahir dari Kesabaran dan Kerja Nyata
Kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua:
– Prestasi Tak Butuh Teriakan – Karya nyata dan dedikasi yang tulus akan ditemukan dan dihargai pada waktunya.
– Kegagalan Adalah Guru – Gagal menanam, gagal dalam proses, adalah bagian dari perjalanan menuju keberhasilan yang lebih kokoh.
– Kemandirian Membawa Martabat – Berusaha dengan kekuatan sendiri sekaligus mengangkat nama daerah adalah kebanggaan yang tak ternilai.
– Inovasi Tanpa Henti – Sumber daya alam sederhana seperti kangkung dan pisang bisa berubah menjadi produk bernilai tinggi lewat riset dan kolaborasi.
Semoga langkah Yammy Babeh terus membawa keberkahan, menginspirasi ribuan pelaku usaha lain di Sukabumi, dan membuktikan bahwa dari tanah kelahiran yang sederhana, bisa lahir karya yang harum hingga ke mancanegara.
Red/HJS | Kabarjournalist.com






















