Kabarjournalist.com – Sukabumi – Lahan yang dulunya hanya dikenal sebagai kolam ikan biasa, kini bertransformasi menjadi ruang hidup yang lengkap: tempat berproduksi, ruang istirahat, sekaligus ruang belajar bagi warga. Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Sauyunan Kadulawang di Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, membuktikan bahwa kreativitas warga setempat mampu mengubah lahan sederhana menjadi aset yang memberi manfaat berlipat ganda.
Tidak lagi sekadar memelihara ikan, para pengurus yang tak lain adalah warga sekitar merancang ulang lokasi ini dengan penuh perhatian. Gazebo-gazebo kayu kini berdiri rapi di pinggir kolam, menjadi tempat istirahat sekaligus wadah pertemuan warga. Celah-celah tanah yang kosong tak dibiarkan terbengkalai: ditanami beragam tanaman mulai dari sayuran harian hingga pohon buah yang kelak akan menaungi lokasi dengan rindangnya.

Di perairan kolam, empat jenis ikan dibudidayakan dengan baik: Nila, Gurame, Mas, dan Bawal. Sementara di darat, ragam tanaman disusun berpadu serasi: cabai rawit, tomat, timun, hingga surawung atau kembang sepatu sayur.
Belum lagi bibit pohon durian, alpukat, belimbing, dan mangga yang akan tumbuh menjulang menghiasi langit di sekitar Pokdakan dengan berbagai macam buah-buahan, akarnya memperkuat tanah dan rindangnya pohon.
Kini siapa pun yang datang akan disambut suasana yang bersih, tertata rapi, serta sejuk oleh rimbunnya pepohonan dan tanaman hias di dalam pot. Perubahan ini bukan sekadar mempercantik pemandangan, melainkan bukti nyata upaya warga melestarikan lingkungan dari kekumuhan lewat perawatan bersama.

Edukasi Lingkungan: Manfaat di Balik Keragaman Tanaman Mina Sauyunan
Apa yang dilakukan Pokdakan ini selaras dengan prinsip pertanian berkelanjutan dan pelestarian lingkungan, berikut manfaat dari jenis tanaman yang mereka tanam:
– Cabai Rawit (Cengek)
Selain bumbu dapur yang kaya vitamin C, kandungan kapsaisinnya alami berfungsi mengusir hama tanaman tanpa bahan kimia. Menanamnya berarti mengurangi risiko penggunaan pestisida berbahaya bagi tanah dan air.
– Tomat
Selain kaya antioksidan, tomat baik ditanam berdekatan dengan tanaman lain karena saling melindungi dari serangan hama tertentu, sekaligus membantu menjaga kesuburan tanah.
– Timun (Bonteng)
Tanaman merambat ini membantu menutup permukaan tanah agar tetap lembap, mencegah erosi, dan mengurangi pertumbuhan gulma liar.
– Surawung (Kembang Sepatu Sayur/Okra)
Selain seratnya yang baik bagi pencernaan, tanaman ini membantu menjaga kelembapan tanah dan menjadi bagian dari keanekaragaman hayati pekarangan.
– Pohon Buah (Durian, Alpukat, Belimbing, Mangga)
Berperan menyerap polutan, menghasilkan oksigen, menahan air tanah, serta memberi keteduhan jangka panjang—menjadikan lokasi lebih sejuk dan aman dari banjir lokal.

– Inti Pembelajaran
Mengubah lahan kumuh menjadi tempat produktif tak harus menunggu bantuan besar. Lewat langkah sederhana: merawat kolam, menanam beragam jenis tumbuhan, dan menjaga kebersihan bersama, kita telah menjaga lingkungan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan kenyamanan untuk semua orang.
Semoga kiprah Pokdakan Mina Sauyunan Kadulawang menginspirasi kelurahan dan kelompok lain untuk serupa, menjadikan setiap jengkal tanah di Sukabumi membawa keberkahan bagi warga dan alam.
Red/HJS | Kabarjournalist.com






















