Kabar Journalist

Home / Sukabumi

Sabtu, 19 September 2026 - 18:54 WIB

Lewat Festival Bonsai Nasional, Pemkab Sukabumi Bidik Status Poros Seni Bonsai Nasional

Kabarjournalist.com – SUKABUMI – Semarak perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 tahun 2026 kian menggaung di tingkat nasional. Salah satu agenda utama yang paling mencuri perhatian adalah gelaran Festival dan Pameran Bonsai Nasional yang berpusat di Alun-Alun Bojonglopang, Kecamatan Jampangtengah.

‎Ajang bergengsi yang memadukan keindahan seni dan peluang investasi ini diinisiasi oleh Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Cabang Sukabumi. Rangkaian acara sendiri telah bergulir sejak Selasa, 3 September dan sedianya akan resmi berakhir pada Minggu, 20 September 2026.

‎Puncak Acara Bertabur Tokoh dan Ribuan Massa Hari ini, Sabtu, 19 September 2026, merupakan puncak dari festival tersebut. Agenda hari ini berfokus pada pembukaan pameran secara resmi untuk umum, pengumuman pemenang kompetisi, serta penyerahan hadiah.


‎Ribuan masyarakat dan kolektor dari berbagai penjuru tanah air tampak memadati lokasi acara.Kemeriahan puncak festival ini dihadiri langsung oleh pimpinan tertinggi daerah, mulai dari Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati Andreas, Sekretaris Daerah (Sekda), hingga seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

‎Semarak acara kian lengkap dengan kehadiran jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Sukabumi dan Dandim Sukabumi.Mengingat skala acaranya yang bersifat nasional, Pemkab Sukabumi memberikan dukungan penuh.

‎Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, didaulat langsung sebagai Penanggung Jawab dari pihak pemerintah daerah.Wujudkan Sukabumi Mubarakah sebagai Poros Bonsai Nasional Mengusung tema “Merdeka dalam Berkarya, Ngahiji Wujudkan Sukabumi Mubarakah sebagai Poros Bonsai Indonesia”, festival ini sukses menyinergikan hobi dengan kebangkitan ekonomi pasca-pandemi.

‎Dalam sambutannya, Ketua RUBI Sukabumi, Wahyu Kurniawan, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi erat bersama Pemkab Sukabumi. Gayung bersambut, Camat Jampangtengah, Ichsan Muchlis Sani, menegaskan dukungannya untuk menjadikan seni bonsai sebagai bidang alternatif peningkatan ekonomi kreatif dan agrobisnis yang sangat potensial bagi warga lokal, sekaligus menghidupkan sektor UMKM serta akomodasi di wilayahnya.

‎Harapan besar juga ditekankan oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar. Dalam pidatonya, ia membakar semangat para pengurus dan anggota RUBI agar terus konsisten berkarya demi mewujudkan target besar: menjadikan Kabupaten Sukabumi sebagai poros utama bonsai nasional.

Peluncuran Buku Monumental

‎Selain prosesi gunting pita yang menandai dibukanya pameran, momen bersejarah lainnya adalah peluncuran (launching) buku monumental berjudul “Bonsai; Karya Seni dan Investasi” yang ditulis oleh Penasehat RUBI Sukabumi, Achmad Zazuli.

‎Kepada awak media, Achmad Zazuli mengungkapkan bahwa buku ini memiliki bobot gagasan yang jauh lebih besar daripada sekadar buku panduan tanaman biasa.

‎”Buku ini bukan berisi katalog gambar-gambar bonsai. Di dalamnya termuat gagasan besar terkait peluang emas peningkatan ekonomi masyarakat melalui mahakarya seni. Lebih dari itu, buku ini menyajikan cetak biru (design) rencana pembuatan Center of Excellence (CoE) serta pengembangan Desa Wisata Bonsai di Kabupaten Sukabumi,” ujar Achmad Zazuli.

‎Kompetisi Ketat Ratusan Bonsai Terbaik

‎Sebagai ajang kompetisi sehat, festival ini menampilkan 270 pohon bonsai terbaik kiriman para pebonsai dari seluruh Indonesia. Ratusan karya seni hidup ini dibagi ke dalam beberapa kategori ukuran, mulai dari kelas Small hingga Large.

‎Sebelum pameran dibuka hari ini, seluruh tanaman telah melewati proses penerimaan fisik pada 14–17 September, dilanjutkan penilaian ketat pada 18 September oleh dewan juri nasional bereputasi tinggi, yaitu Ir. Gunardi, Ruli Pangalila, dan Taman, dengan dibantu oleh juri lokal bersertifikasi resmi, Tetu Sumanjaya.

‎Melalui festival nasional ini, Kabupaten Sukabumi membuktikan diri bahwa perayaan hari jadi daerah dapat menjadi wadah pelestarian alam yang adaptif sekaligus panggung strategis bagi pertumbuhan ekonomi kreatif yang diperhitungkan di kancah nasional.

Baca Juga  TMMD Ke- 119 Tahun 2024 Resmi Dibuka Bupati Sukabumi !!

Red

Share :

Baca Juga

pemerintahan

Turnamen Olahraga di Kota Sukabumi Pulihkan dari Pandemi dan Ajang Regenerasi Pemain

Jawa Barat

Satu Unit Kendaraan Jenis Pick Up Tertabrak KA. Pangrango. Kahumas PT.KAI Daop 1 Jakarta Berikan Keterangannya !!

Budaya

Sambut Hari Raya IMLEK 5 Perkumpulan Tionghoa Kota Sukabumi Bagikan Sembako

Sukabumi

MPC Pemuda Pancasila Kota Sukabumi Kukuhkan Pengurus Koti Mahatidana & Siapkan Diklatsar

Sukabumi

BPK RI LAKUKAN PEMERIKSAAN INTERIM, BUPATI” JADIKAN REKOMENDASI SEBAGAI BAHAN PERBAIKAN BERKELANJUTAN

Bisnis

Bappeda Kota Sukabumi Gelar FPD Bahas Penyusunan Rencana Kerja Tahun 2024

Hukum

Diduga Cabuli Bocah 4 Tahun, Warga Cibeureum Diringkus Unit PPA Polres Sukabumi Kota

Bisnis

Merawat Harapan di Tengah Lahan Basah: Jejak 7 Tahun Perjuangan Pokdakan Mina Sauyunan Kadulawang