Kabar Journalist

Home / pemerintahan / sosial / Sukabumi / TNI/POLRI

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:41 WIB

Bedah Rumah Imipas, Wujud Asta Cita yang Menyentuh Langsung Masyarakat

Kabarjournalist.com – Sukabumi – Di sela-sela acara peresmian Program Bedah Rumah di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/06/2026), Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Jenderal Pol Drs. Agus Andrianto, SH, MH, menyempatkan diri berbincang dengan awak media.

Beliau menegaskan bahwa program yang digagas kementeriannya ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dari komitmen mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya target penyediaan 3 juta rumah layak huni bagi masyarakat.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Sukabumi, H.Asep Japar dan jajarannya, Kalapas Kelas II A Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, Kapolres Sukabumi, Kodim 0622, dan seluruh Tamu Undangan lainnya.
Hadir di Tengah Masyarakat

Menurut Menteri Agus, program bedah rumah yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) memiliki karakteristik yang khas, karena menyentuh langsung ke lapisan masyarakat yang paling membutuhkan.

“Betul sekali, pemikiran dan langkah ini sangat luar biasa dan pas sekali dengan tugas kita sebagai pembantu Presiden. Intinya memang kita harus bergerak agar program-program besar beliau sampai dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Kunjungan Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko untuk Mendorong Pembangunan di Kabupaten Sukabumi

Beliau menjelaskan bahwa program ini dikembangkan dengan pendekatan yang tidak hanya memikirkan hasil akhir, tetapi juga efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan.

Tiga Pilar Keunggulan Program

Dalam penjelasannya, Menteri Agus merangkum tiga poin utama yang menjadi kekuatan program ini, yang membuatnya berbeda dan layak dikembangkan secara luas:

1. Bukti Kerja Nyata: Cepat, Terjangkau, dan Tetap Berkualitas

Salah satu pencapaian yang menjadi tolok ukur adalah kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang berhasil membangun 138 unit rumah di Bekasi. Menariknya, bahan bangunan yang digunakan diproduksi oleh warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang.

“Pembangunan selesai hanya dalam waktu 19 hari saja. Ini membuktikan dua hal penting: pengerjaannya cepat dan biayanya terjangkau, tetapi kualitasnya tetap layak huni. Ini solusi tepat untuk menjawab kebutuhan rumah murah yang sangat dibutuhkan rakyat,” ungkapnya.

2. Pola yang Bisa Diterapkan di Seluruh Daerah

Tidak berhenti di satu lokasi, pola kerja sama ini mulai diperluas ke berbagai daerah. Saat ini, kerja sama dengan sejumlah kepala daerah telah membuahkan hasil, di antaranya pembangunan tiga unit rumah di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga  Aksi Demo Di Depan Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, JURNALIS Sukabumi ”TOLAK KERAS” RUU Penyiaran

“Sudah mulai bekerja sama dengan Bupati di daerah, dan sudah ada pembangunan tiga rumah. Artinya pola ini bisa diduplikasi ke mana-mana. Kalau kita sudah punya cara membuat rumah murah dan berkualitas, memang seharusnya disebarkan ke masyarakat luas, bukan hanya untuk kalangan tertentu saja,” jelasnya.

3. Konsep Berkelanjutan yang Menggerakkan Banyak Pihak

Yang paling istimewa, program ini dirancang agar memiliki sumber pendanaan dan bahan yang berputar secara mandiri.

Menteri Agus menyebutkan sejumlah skema cerdas yang dikembangkan: mulai dari memanfaatkan hasil pengelolaan kantin, wartel, hingga kerja sama penyedia barang.

Selain itu, juga digagas dukungan dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN serta konsep inovatif “1 Lapas 1 Rutan”, di mana hasilnya dialokasikan untuk mewujudkan “1 Kota 1 Rumah” bagi warga kurang mampu.

“Ide ini sangat brilian! Artinya sumber dayanya ada, tenaganya ada, bahannya ada, dan manfaatnya berputar terus untuk rakyat. Di sisi lain, hal ini juga memberdayakan warga binaan agar memiliki keterampilan dan hasil karya yang berguna bagi bangsa,” ujarnya antusias.

Baca Juga  Dulu Tempat Buang Sampah ! Bunda Cafe Cipanengah, Berikan Apresiasi Lahan Pokdakan Jadi Bersih, Aman dan Nyaman

Harapan Besar untuk Indonesia
Jika pola ini diterapkan secara serentak di seluruh penjuru tanah air, Menteri Agus membayangkan dampak yang sangat besar.

“Bayangkan, berapa banyak rumah layak huni yang bisa terbangun, berapa banyak keluarga yang terbantu, dan sekaligus kita bisa mengoptimalkan potensi yang ada di lingkungan pemasyarakatan. Ini benar-benar kontribusi besar untuk mewujudkan ketahanan sosial dan kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Di akhir wawancara, beliau berpesan agar seluruh elemen masyarakat turut mendukung.

“Saya yakin dengan niat baik, kerja keras, dan dukungan doa restu, rencana ini pasti berjalan lancar dan sukses besar demi kesejahteraan bangsa,” pungkasnya.

Dengan hadirnya program seperti ini di Warungkiara, harapannya bukan hanya rumah yang menjadi lebih layak, tetapi juga harapan baru tumbuh di hati masyarakat bahwa perhatian negara benar-benar hadir dan terasa nyata.

Red/HJS

Share :

Baca Juga

Sukabumi

Usai Upacara Pelepasan, Pengurus PP Polri Cabang Kota Sukabumi Sambut Rekannya di Depan Gerbang Mapolres Sukabumi Kota

pemerintahan

Diduga Gelapkan Mobil Rental, Dua Warga Sukabumi Ditangkap Polisi

Ekonomi

HUT Baznas Ke -22 “Ingat Zakat Ingat Baznas”

pemerintahan

SECARA VIRTUAL, WABUP MENGIKUTI GROUNDBERAKING SPPG DAN PERESMIAN GUDANG KETAHANAN PANGAN POLRI

Budaya

Warga Lembursitu, Berikan Apresiasi Pokdakan Mina Sauyunan yang Bersih, Terawat dan Mengedukasi

Infrastruktur

Sinergitas TNI Dengan Warga Binaan Di Kegiatan TMMD 116 Kodim 0607/Kota Sukabumi

Bisnis

UMKM Naik Kelas Gelar Bimtek Penyuluhan Keamanan Pangan Dihadiri Ratusan Peserta

Sukabumi

Kapolres Sukabumi Kota Hadiri Syukuran HUT Persatuan Purnawirawan Polri Ke -24