Kabar Journalist

Home / Hukum / Jawa Barat / Kriminal / Nasional / pemerintahan / TNI/POLRI

Selasa, 12 September 2023 - 22:34 WIB

Dirjen PAS Sebut 890 Bandar Narkoba Dipindahkan ke Nusakambangan: Kerjasama dengan Polri

Kabarjournalist.com – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham Reynhard Silitonga menyebut sebanyak 890 bandar narkoba telah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilancap, Jawa Tengah. Ratusan narapidana itu berasal dari berbagai lapas di sejumlah daerah seperti seperti Jakarta, Palembang, Sumatera Utara, dan lain sebagainya.

“Di Nusakambangan, para bandar narkoba itu masuk ke dalam sel dengan pengamanan super maksimum. Mereka berada di satu sel seorang diri,” kata Reynhard saat jumpa pers pengungkapan Transnational Organized Crime (TOC) Narkotika dan TPPU Jaringan Fredy Pratama di Lapangan Bayangkara, Jakarta Selatan, Selasa (13/8/2023).

Baca Juga  Bazaar Santa Sea Ramadan Fair: Dorongan untuk Ekonomi Kreatif dan UMKM di Kota Sukabumi

Menurut Reynhard pihaknya selalu bekerjasama dengan Bareskrim Polri untuk melakukan upaya pencegahan dan pembinaan.

Jenderal polisi bintang dua itu tidak memungkiri adanya narapidana yang bermain barang haram tersebut. Namun dia memastikan akan menyikat habis mereka yang mengedarkan atau menjadi bandar.

“Di lapas, kami selalu bekerja sama dengan Polri untuk pengawasan sekaligus pembinaan,” ujarnya

Diketahui, Bareskrim Polri bersama dengan Royal Malaysia Police, Royal Malaysian Customs Departement, Royal Thai Police, Us-Dea, Bea dan Cukai, Kejaksaan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Ditjenpas, dan instansi lainnya berhasil menyita 10,2 ton sabu dan 116.346 ekstasi milik jaringan Fredy Pratama.

Baca Juga  Reses Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi di Desa Kutasirna ,Temu Kader .

Bahkan, dari hasil kejahatan para tersangka, penyidik menyita Rp10,5 triliun aset dari sangkaan pasal TPPU. Fredy Pratama sendiri hingga kini masih buron dan belum diketahui dimana keberadaannya.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada mengungkapkan, jaringan Fredy Pratama ini terbilang sangat rapi dan terstruktur peredarannya.

“Dari hasil evaluasi oleh tim Bareskrim Polri, ada kesamaan modus operandi yang digunakan oleh para sidikat tersebut, yaitu penggunaan alat komunikasi, yaitu penggunak Blackberry Messengger Interprice, Prima, dan Wayers, saat berkomunikasi,” ujar Wahyu.

Baca Juga  Samakan Persepsi Aparat Penegak Hukum di KUHP Baru

Setelah dilakukannya penelusuran oleh tim Bareskrim, peredaran narkotika yang ada di Indonesia, bermuara pada satu orang, yaitu Fredi Pratama. “Yang beraangkutan ini mengedarkan narkoba di Indonesia dari Thailand, dan daerah operasinya yaitu di Indonesia dan Malaysia Timur,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Wahyu Widada memberikan penghargaan kepada seluruh pihak terkait atas kerjasamanya dalam pengungkapan jaringan narkoba ini. Salah satu penghargaan diberikan kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham Reynhard Silitonga.

Share :

Baca Juga

pemerintahan

Sertijab Kalapas Warungkiara dari Dr. Irfan kepada Kurnia Panji Dihadiri Langsung Kakanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat

Nasional

WABUP HADIRI MAYDAY BERSAMA DPC K SARBUMUSI, ACARA DIALOGIS DAN KEKELUARGAAN

Peristiwa

Polres Sukabumi Autopsi Jenazah Pelajar yang meninggal pada Kegiatan MPLS

pemerintahan

RSUD Al Mulk Kota Sukabumi Laksanakan Survey Simulasi Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Jawa Barat

“Bebeja Ka Polres Sukabumi Kota” Respon Cepat Keluhan Warga. Silahkan Dicoba !!

Infrastruktur

Terjadi Lagi !! Talang Air di Depan SMAN 3 Tersumbat. Layaknya Air Terjun Basahi Trotoar.

TNI/POLRI

Terduga Pelaku Curat Kabel Grounding Milik PT. Semen Jawa Diringkus Polisi

pemerintahan

Dukung Pembangunan Daerah, PWI Kabupaten Sukabumi Gelar Audiensi di Pendopo Pelabuhan Ratu