Kabar Journalist

Home / Hukum / pemerintahan

Minggu, 8 September 2024 - 10:40 WIB

Direktur Jenderal HAM Dhahana Putra: Penerapan Living Law dalam KUHP Baru Sebagai Langkah untuk Memperkuat P5HAM di Indonesia

Kabarjournalist.com – Jakarta, 07 September 2024 – Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia, Dhahana Putra,

menegaskan komitmennya terhadap penerapan “living law” dalam Kitab Undang-
Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru.

Penerapan “living law” dalam Kitab Undang-
Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru., sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan
terhadap hukum adat yang masih hidup sesuai perkembangan masyarakat dan prinsip negara kesatuan negara Repubik Indonesia (Pasal 18B ayat 2 UUD 1945).

Hukum yang hidup dalam masyarakat itu hanya berlaku jika tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, HAM, hak asasi manusia dan asas hukum umum yang diakui masyarakat bangsa-bangsa. Sehingga keberlakuan Hukum yang Hidup dibatasi oleh ruang (tempat), konstitusi, nilai-nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia dan UU KUHP itu sendiri.

Baca Juga  Sambut HUT KORPRI, Kantor Imigrasi Gelar Upacara Bertema "KORPRI untuk Indonesia"

Dhahana Putra menjelaskan bahwa penerapan living law bertujuan untuk memastikan norma-norma hukum tetap relevan dengan nilai-nilai sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat, termasuk hukum adat yang berlaku.

“Living law mencakup bukan hanya hukum positif, tetapi juga hukum adat yang telah lama berlaku dalam komunitas kita. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran hukum dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan hukum yang integratif,” ujar Dhahana.

Lebih lanjut, Dhahana menekankan bahwa pengaturan hukuman dan sanksi dalam
KUHP Baru kini dirancang untuk mencerminkan prinsip keadilan yang lebih humanis dan rehabilitatif.

Baca Juga  Terjadi Laka Lantas Kendaraan Pick-up dan Sepeda Motor di Cisaat , Ini Kronologinya !!

Ini termasuk mempertimbangkan konteks sosial pelanggaran dan memberikan peluang untuk reintegrasi sosial. Proses pembentukan KUHP Baru melibatkan partisipasi publik melalui dialog terbuka dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sipil, akademisi, dan praktisi hukum, untuk memastikan bahwa berbagai perspektif dan kebutuhan masyarakat, termasuk nilai-nilai hukum adat, tercermin dalam pembentukan undang-undang.

“Penerapan living law dalam KUHP Baru merupakan langkah penting untuk
memastikan bahwa hukum kita tidak hanya mengikuti perubahan zaman, tetapi juga
secara aktif berkontribusi pada pembangunan keadilan sosial,” tambah Dhahana Putra.

Baca Juga  Usai Upacara Pembukaan TMMD Ke-116 TA.2023, Kasdim 0607/Kota Sukabumi Jelaskan Sasaran Fisik TMMD

Ia percaya bahwa pendekatan ini akan memperkuat sistem hukum Indonesia,
membuatnya lebih responsif dan adil, serta lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat
yang terus berkembang, termasuk melalui integrasi hukum adat.

Dhahana Putra menambahkan, “Kami yakin penerapan living law dalam KUHP Baru
akan memperkuat penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan
pemajuan hak asasi manusia (P5HAM) di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus
memantau dan mengevaluasi implementasi kebijakan ini agar sesuai dengan prinsip-
prinsip hukum yang progresif dan kontekstual.”

Red

Share :

Baca Juga

Jawa Barat

Tutup Rangkaian HPN, Wali Kota Berharap Insan Pers Sajikan Informasi Terbaik

pemerintahan

Apel Pagi, Sekda Kota Sukabumi Sampaikan Tiga Hal Krusial

pemerintahan

Pemkot Sukabumi Gencarkan Edukasi Pencegahan Peredaran Rokok Ilegal

pemerintahan

Presiden: SK Perhutanan Sosial Beri Kepastian kepada Masyarakat

Jawa Barat

Korda Pendamping UMKM Juara Kota Sukabumi Sambangi Pokdakan Sauyunan Kadulawang dan Mina Snack

pemerintahan

Perkuat Komitmen Berantas Narkoba Lapas dan Kanim Wilayah Suci Raya Gelar Penandatanganan Pakta Integritas Pencanangan Lapas dan Kanim Bersinar

Bisnis

Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi Berikan Dukungan Pokdakan Mina Sauyunan Kadulawang Semakin Profesional dan Sejahtera

Bisnis

Dampingi Menteri Kkp, Kadis Nunung Sebut Pelestarian Ikan Lokal Jadi Concern Bersama