Kabar Journalist

Home / Bisnis / Budaya / Ekonomi / Infrastruktur / Jawa Barat / Nasional / Pendidikan / Sukabumi / TNI/POLRI / umkm / Wisata

Sabtu, 12 September 2026 - 18:48 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Rumah Pengasingan Bung Hatta & Bung Sjahrir di Sukabumi: Jejak Sejarah Perjuangan Kini Semakin Terawat

Kabarjournalist.com — SUKABUMI — Sabtu, 12 September 2026 menjadi hari bersejarah bagi Kota Sukabumi. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi meresmikan sekaligus mengukuhkan Rumah Pengasingan Bung Hatta dan Bung Sjahrir yang berlokasi di Jalan Bhayangkara, lingkungan Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri. Kini bangunan bersejarah itu berdiri tegak sebagai pelestari ingatan bangsa sekaligus cerminan semangat kemerdekaan yang tak pernah luntur.

Peresmian penuh makna ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana beserta jajaran pemimpin daerah, Dirjen di lingkungan Kementerian Kebudayaan RI, Kasetukpa Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Dirin,Waka Setukpa, Kombes Pol Satria Yusada,Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo, Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Beny Syafri, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi Novian.

Kehadiran yang paling istimewa datang dari perwakilan keluarga besar kedua tokoh bangsa: Ibu Prof. Dr. Mutia Maria Hatta dan Ibu Gemala Hatta mewakili keluarga Bung Hatta, serta Bapak Yuyun dan Ibu Upi — putra dan putri Bung Sjahrir — yang tampak terharu melihat jejak perjuangan leluhurnya kini terawat rapi dan dibuka seluas-luasnya untuk umum. Turut hadir pula tokoh sastrawan Angkatan 66, Taufik Ismail beserta istri.

Baca Juga  2168 Bintara Polri Resmi Ikuti Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi

Acara dimulai dengan sambutan dari Dirjen Kebudayaan RI, Wali Kota Sukabumi, serta Kepala Setukpa Lemdiklat Polri. Momen yang paling menyentuh hati terjadi ketika Taufik Ismail secara langsung membacakan puisi ciptaannya sendiri yang dikhususkan untuk menggambarkan sosok dan perjuangan Bung Hatta serta Bung Sjahrir, dibacakan dengan khidmat di hadapan seluruh tamu undangan yang hadir.

Dinding yang Menyimpan Kisah 47 Hari Penuh Makna Sejarah

Rumah ini bukan sekadar bangunan tua bernilai sejarah. Di sinilah sejak 3 Februari 1942, Bung Hatta dan Bung Sjahrir menjalani masa pengasingan negara, setelah sebelumnya dibuang ke Banda Neira. Selama 47 hari keduanya menetap di tempat ini — masa singkat yang ternyata menjadi titik balik penting dalam perjalanan bangsa. Tepat sebulan setelah kedatangan mereka, pada 7 Maret 1942, Belanda resmi menyerah kepada Jepang di Kalijati, menjadikan masa tinggal di Sukabumi ini sebagai potongan kisah yang sangat berharga dalam rangkaian perjuangan menuju kemerdekaan.

Baca Juga  Warga Antusias !! Rumah Aspirasi dan Inspirasi [RAI] Hergun Gelar Bazaar Minyak Goreng Murah. 5.000 Liter Dipersiapkan !!

Bersama keduanya, tokoh pergerakan nasional lain seperti Dr. Cipto Mangunkusumo dan Iwa Kusuma Sumantri juga ditempatkan di wilayah Sukabumi, meski di lokasi yang berbeda.


Kini, seluruh kisah itu tersusun rapi menjadi satu narasi lengkap. Hal ini berkat dukungan luar biasa dari keluarga kedua tokoh yang rela meminjamkan foto-foto pribadi, dokumen langka, serta beragam kesaksian langsung yang melengkapi kepingan sejarah yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat luas.

Dalam pernyataannya langsung kepada awak media usai peresmian, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan makna keberadaan tempat ini:

“Kita berharap, keberadaan museum ini dapat membukakan mata generasi muda betapa luar biasanya perjuangan para pendiri bangsa. Mereka melewati pengasingan, penjara, dan dijauhkan dari rakyat, namun semangat mereka tak pernah padam.”

Baca Juga  Kasetukpa Lemdiklat Polri Kembali Buka Pendidikan Alih Golongan dari Bintara ke Perwira Polri Gelombang II Tahun 2023

Bersama Merawat Warisan, Menuju Cagar Budaya Nasional

Pemugaran rumah ini hingga layak menjadi tempat belajar sejarah adalah hasil kerja sama erat antara pihak Setukpa Lemdiklat Polri selaku pemilik lokasi, Pemerintah Kota Sukabumi, serta masyarakat dan berbagai elemen pendukung setempat.

Saat ini bangunan telah berstatus Cagar Budaya Tingkat Kota. Namun upaya pelestarian terus diperluas: proses pengajuan menuju penetapan Cagar Budaya Nasional sedang dikebut secepatnya dan ditargetkan dapat terwujud pada tahun ini juga.

Dengan peresmian ini, Rumah Pengasingan Bung Hatta dan Bung Sjahrir bukan lagi sekadar monumen masa lalu — melainkan ruang hidup yang mengajarkan satu kebenaran abadi: kemerdekaan yang kita nikmati hari ini lahir dari keteguhan hati, kesabaran panjang, dan keyakinan yang tak pernah goyah, sekalipun diasingkan, dipisahkan, atau dibatasi.

Semoga dinding-dinding ini terus berbicara, mengingatkan generasi sekarang hingga masa depan: semangat pendiri bangsa adalah warisan luhur yang wajib dijaga, dipelajari, dan diteruskan selamanya.

Red/HJS

Share :

Baca Juga

pemerintahan

LCS Gelar Mancing Bareng “Pererat Tali Silaturahmi “

Hukum

Pimpin Delegasi Bali Process, Menteri Yasonna Tegaskan Pentingnya Pengawasan Perbatasan dan Kolaborasi

Jawa Barat

AA DEDE Beraksi!! Puluhan Unit Sepeda Motor Berknalpot Brong Diamankan Polres Sukabumi. Curhatan Warga Ditanggapi.

Sukabumi

Wali Kota Dorong Keberlanjutan Dibidang Kesehatan Berbasis Wilayah

Jawa Barat

Raker ke-1 Sukabumi Raya Bahas Peran Media dalam Mendukung Sukabumi

TNI/POLRI

Berikan Rasa Aman Kepada Pengunjung Obyek Wisata Situgunung, Polsek Kadudampit Lakukan Monitoring

Nasional

Kasetukpa Lemdiklat Polri Buka Acara Pembinaan Tradisi Siswa PAG Gelombang I tahun 2022

TNI/POLRI

Seratus Hari Program “AA DEDE CURHAT DONG”, Kapolres Sukabumi Mendapat Apresiasi dari Lemkapi