Kabarjournalist.com – Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kota Sukabumi bersama Komunitas Demi Anak Generasi (DAG) menggelar program jemput bola pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) gratis bagi pelaku UMKM. Kegiatan ini dilaksanakan secara bergilir di 33 kantor kelurahan se-Kota Sukabumi, dan pada Rabu (28/10/2026) giliran menyasar warga Kelurahan Baros, Kecamatan Baros.
Walikota Sukabumi, H. Ayep Zaki, turun langsung menyapa para pelaku UMKM yang sedang menerima pelayanan di lokasi. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa kepemilikan NIB menjadi pintu utama bagi pengusaha mikro untuk mengakses program permodalan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
“TPAKD adalah forum sinergi antara OJK, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan lembaga jasa keuangan yang dibentuk untuk mempermudah masyarakat serta pelaku UMKM mendapatkan akses pembiayaan perbankan di daerah,” jelas Walikota.

Ia juga menyampaikan sejumlah poin penting terkait program nasional pendukung UMKM: secara nasional telah disalurkan anggaran sebesar Rp53 triliun pada periode Agustus‑Oktober 2026 untuk menjangkau sekitar 2,1 juta penerima manfaat, dengan skema KUR bersuku bunga 6 persen per tahun secara flat. Program ini utamanya menyasar pelaku UMKM yang sudah memiliki NIB, termasuk pengusaha muda. Di tingkat Kota Sukabumi, Dinas Perizinan bersama TPAKD setempat akan mengawal dan memfasilitasi penyaluran program tersebut.
Pemerintah Kota Sukabumi pun menyiapkan tiga langkah strategis: pertama, menginventarisir seluruh pemilik NIB dan pelaku usaha mikro di wilayah; kedua, mendata serta mendorong pengusaha muda agar tidak tertinggal informasi; dan ketiga, memfasilitasi akses ke perbankan melalui TPAKD Kota Sukabumi guna mendapatkan modal dengan bunga terjangkau.

Kepala DPMTSP Kota Sukabumi, Galih, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi layanan bernama “SI JIMAT BOSS”, yaitu program jemput bola perizinan bersama OSS yang memudahkan warga mengurus NIB.
“Kami berkolaborasi bersama dinas, Komunitas DAG, dan jajaran Kelurahan Baros untuk melayani warga langsung di tempat. Syaratnya cukup membawa KTP dan alamat email, pembuatannya gratis, dan warga bisa langsung mendapatkan NIB,” ujar Galih kepada Kabarjournalist.com.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini jumlah NIB yang sudah terdaftar di Kota Sukabumi telah mencapai lebih dari 20.000 pendaftar. Sementara itu, target investasi tahun 2026 sebesar Rp2,4 triliun per akhir September sudah mencapai Rp2,34 triliun, sehingga berpeluang melampaui target di akhir tahun.

Sementara itu, Lurah Baros, Neneng, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program jemput bola tersebut. Ia menyebut antusiasme warga sangat besar; sejak hari sebelumnya sudah tercatat sekitar 50 orang mendaftar, dan jumlahnya terus bertambah hingga hari pelaksanaan.
“Saya selaku Lurah Baros mengucapkan terima kasih yang sebesar‑besarnya kepada Pemerintah Kota Sukabumi dan Komunitas DAG yang telah memfasilitasi warga kami mendapatkan NIB secara gratis. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut agar warga tidak perlu jauh‑jauh ke kantor dinas,” ucap Neneng.

Kegiatan ini pun membawa harapan besar bagi para pelaku usaha, salah satunya Sunarti, warga Genteng Baros RT 01/02 Kelurahan Baros yang sehari‑harinya berjualan jamu keliling serta mie ayam bakso secara daring.
“Usaha saya sehari‑hari berjualan jamu keliling dan mie ayam bakso secara online. Harapan saya setelah punya NIB ini usaha makin lancar, rezeki berkah, dan bisa lebih berkembang, serta terbantu mendapatkan akses permodalan,” ungkap Sunarti usai menerima NIB.
Red/HJS





















Total Users : 104446
Total views : 186897