Kabarjournalist.com – H. Yusuf Hamka atau seringkali di sapa Babah Alun meresmikan “Nasi Kuning Babah Alun” yang sudah dilakukan sejak beberapa Minggu ini oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan didukung oleh 4 Perkumpulan Tionghoa lainnya, INTI, Yongchun, Hakka,dan Fuqing berkolaborasi mengadakan kegiatan ini.
Nasi Kuning Babah Alun yang dijual ke Masyarakat tersebut dilakukan subsidi sebesar Rp 4.000,-7.000,- ribu rupiah/porsi sehingga warga yang akan membeli Nasi Kuning ini hanya cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 3.000,-/porsi dari harga normal Rp.7.000,- Rp.10.000,-/porsi lengkap.

Hal ini tentunya membantu warga yang ingin sarapan dengan harga subsidi tersebut dan murah meriah tanpa mengurangi porsi maupun rasa.
“Kalau Gerai ini dibuat lebih banyak lagi dan dengan rasa hati yang ikhlas dan tulus , Insyaallah akan membantu Pemerintah. Pemerintah membantu mensubsidi anak-anak sekolah, teman-teman Tionghoa membantu kaum Dhuafa yang kurang beruntung,” jelas Babah Alun sang penggagas kepada Kabarjournalist.com. Sabtu,11/01/2024 usai peresmian.
Diketahui, Babah Alun dikenal sebagai seorang pengusaha Jalan Tol yang senang sekali mendermakan hartanya untuk warga yang membutuhkan dan salah satunya mendirikan gerai Nasi Kuning Babah Alun ini dan sudah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
“Bilamana hal ini (gerai Nasi Kuning Babah Alun) ditularkan di berbagai kecamatan ada seperti ini, Insyaallah, akan mengurangi angka kemiskinan di wilayah,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan ini dilakukan bukan oleh warga Tionghoa saja namun dapat dilakukan oleh warga lainnya yang mampu untuk membantu warga yang kurang mampu.
Namun demikian, Babah Alun mengingatkan agar Nasi Kuning yang jual tidak boleh dimasak oleh sendiri tetapi harus memberdayakan masyarakat sekitar atau UMKM di wilayahnya sehingga diharapkan mendapatkan keberkahan untuk semua dan tidak mematikan usaha yang lain.
“Jangan lupa, kalau kita yang subsidi kita tidak boleh masak sendiri. Berdayakan warung Tegal, UMKM. Supaya, UMKM nya dapat berkah, Dhuafanya dapat berkah, Shodaqohnya pun dapat berkah. Kalau ngga, nanti UMKM nya ,mati kalau kita masak dari luar. Nanti akhirnya bukan berkah tetapi sumpah serapah sehingga diperlukan sinergitas yang baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PSMTI, Tan Wijaya m ngatakan bahwa Gerai Nasi Kuning yang sudah dilakukannya ini dan didukung oleh 4 Perkumpulan Tionghoa lainnya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak dan untuk Babah Alun yang sudah meresmikan Gerai Nasi Kuning Cabang yang ke-24 nya ini.
“Gerai Nasi Kuning Babah Alun yang diresmikan hari ini merupakan cabang yang ke-24 dan kegiatan ini sudah kami lakukan beberapa Minggu kebelakang sebelum diresmikan hari ini,” ucap Tan Wijaya yang didampingi oleh Koordinator Nasi Kuning Babah Alun ke-24, Yugo kepada Kabarjournalist.com.
Menurutnya, Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk Kepedulian kepada Masyarakat yang membutuhkan dan sekaligus mendukung program yang saat ini sedang dilakukan pemerintah dengan Makan Gratis bagi para pelajar sekolah di seluruh Nusantara.
Red/HJS

























