Kabarjournalist.com – Dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang ke-80 dilaksanakan Forum Diskusi Gerakan Literasi yang digelar bersama jurnalis, pemilik media, dan aktivis literasi di Kafe Gaud, Jalan A. yani, Kota Sukabumi. Rabu, 11/02/2026.
Forum Diskusi ini juga ikut dihadiri Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi dan Sekretaris PWI Jawa Barat.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Media Group Wartain.com bersama Rumah Literasi Merah Putih, PWI Kabupaten Sukabumi serta SMSI Sukabumi Raya yang menjadi ruang kolaborasi strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi informasi, sekaligus upaya bersama untuk mewaspadai dan melawan propaganda asing di tengah derasnya arus digitalisasi.
Siti Ratna Maymunah, Direktur Utama PT Ragamulya Suryakencana Warta Indonesia sekaligus pimpinan Media Online Wartain.com, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menghadapi tantangan informasi global, termasuk potensi propaganda asing yang dapat mengancam kedaulatan negara.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dedikasi dan kolaborasi bersama PWI, SMSI serta Rumah Literasi Merah Putih. Melalui diskusi ini, kita berupaya mewaspadai dan melawan propaganda asing dengan memperkuat literasi masyarakat,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Ujang Zulkifli, Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi (Sandikami) Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dalam memperkuat ketahanan informasi di daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada media Wartain.com group, Rumah Literasi Merah Putih, PWI Kabupaten Sukabumi serta SMSI Sukabumi Raya yang telah menginisiasi kegiatan ini. Forum seperti ini sangat bermanfaat sebagai masukan bagi pemerintah daerah dalam mewaspadai propaganda asing, sehingga kita dapat bersama-sama menjaga kedaulatan negara, khususnya di tingkat daerah,” ungkapnya.
Iapun menegaskan, di era keterbukaan informasi saat ini, tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan percepatan arus informasi, tetapi juga ancaman disinformasi, hoaks, serta konten yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, insan pers, dan komunitas literasi menjadi sangat penting.
Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam penguatan sistem persandian dan keamanan informasi daerah. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, diharapkan tercipta ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami berharap forum-forum diskusi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda berkesinambungan. Literasi digital dan ketahanan informasi adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Selain menjadikan forum ini ruang diskusi, ada sisi hal positif lainnya yaitu edukasi kepada masyarakat luas untuk menekankan pentingnya verifikasi informasi serta sikap kritis dalam menyaring setiap informasi yang diterima.
Hal ini pun ikut dipertegas oleh Diskominfosan Kabupaten Sukabumi yaitu dalam memperkuat tata kelola informasi publik yang transparan, aman, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.























