Kabar Journalist

Lebih dari Sekadar Budidaya Ikan: Kisah Pokdakan Mina Sauyunan Kadulawang, Komunitas Multitalenta yang Menginspirasi

Kabarjournalist.com – Kota Sukabumi – Siapa sangka di balik berlimpahnya air yang mengairi kolam dan kesehariannya merawat tanaman, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Sauyunan Kadulawang di Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, menyimpan kekayaan kemampuan yang luar biasa. Bukan hanya peduli dalam memelihara ikan dan bertani, para anggotanya memiliki beragam bakat yang saling melengkapi, menjadikan kelompok ini contoh nyata bagaimana keragaman bisa mengubah lingkungan sekitar menjadi lebih baik.

Apa Itu Pokdakan dan Mengapa Keberadaannya Penting?

Sebelum menelusuri kisah mereka, mari kita pahami dulu: Pokdakan atau Kelompok Pembudidaya Ikan adalah wadah warga yang bergerak di bidang perikanan budidaya.

Keberadaan kelompok ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan penghasilan anggota, tetapi juga menjaga kelestarian sumber daya air, memanfaatkan lahan kosong secara produktif, dan membangun kerja sama antarwarga. Agar bisa berjalan baik, sebuah Pokdakan membutuhkan perencanaan matang, anggaran yang terkelola rapi, kekompakan, serta rasa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap wilayah tempat mereka beraktivitas. Semua hal ini dimiliki sepenuhnya oleh Mina Sauyunan Kadulawang.

Baca Juga  Dandim 0607/ Kota Sukabumi Buka Kampanye Aksi Pencegahan Kekerasan Pada Perempuan dan Anak 2022.

Satu Kelompok, Seribu Kemampuan

Anggota Mina Sauyunan Kadulawang bukan hanya pandai mengurus ikan dan tanaman. Di antara mereka terdapat seniman lukis, penyanyi, perajin tangan, pelaku UMKM, tokoh agama, tukang, penata rambut, sopir, bahkan seorang jurnalis. Keberagaman ini bukan sekadar daftar bakat, melainkan kekuatan nyata yang membuat setiap kegiatan kelompok berjalan lancar dan bermanfaat luas.

“Kami bangga dengan kemampuan anggota yang multitalenta ini. Semoga dapat menjadi manfaat untuk masyarakat sekitar dan dapat mengangkat nama wilayah dengan kemampuan yang dimiliki,” ujar Humas sekaligus pendiri kelompok ini pada Senin, 13 Juli 2026.

Setiap bakat terpakai dengan tepat:

– Ahli pertukangan membangun dan merenovasi sarana di lokasi tanpa bantuan pihak luar, menghemat biaya sekaligus mempererat kebersamaan.

– Tokoh agama mengisi kegiatan dengan nilai-nilai kebaikan, menjadi imam dan pengurus madrasah di lingkungan sekitar.

– Seni dan jurnalistik membagikan cerita aktivitas mereka, sehingga keberadaan Mina Sauyunan Kadulawang dikenal luas dan menjadi contoh bagi wilayah lain.

Baca Juga  Kepedulian Lingkungan Pokdakan Mina Sauyunan Kadulawang" Dulu Lokasi Pembuangan Sampah, Kini?"

– Beragam keahlian lain mendukung pengembangan usaha dan pelayanan kepada sesama warga.

Dari Kolam Ikan Hingga Wisata Edukasi: Apa Saja yang Mereka Lakukan?

Kegiatan utama kelompok ini memang budidaya ikan – saat ini mereka memelihara ikan nila, bawal, dan mas, serta berencana menambah ikan gurame. Namun, mereka tidak berhenti di situ:

✅ Memanfaatkan lahan di sekeliling kolam untuk menanam buah-buahan

✅ Melaksanakan program Asman Toga (Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga), yaitu menanam dan memanfaatkan tanaman obat di lingkungan sendiri untuk kebutuhan kesehatan dasar keluarga.

✅ Mengembangkan lokasi menjadi Wisata Edukasi, tempat warga – terutama anak-anak dan pelajar – bisa belajar cara budidaya ikan, bertani, serta menjaga lingkungan.

✅ Mendukung program pemerintah Kota Sukabumi “Bayar PBB/Pajak Ku Sampah”, di mana warga bisa membayar pajak dengan menyerahkan sampah terpilah. Langkah ini mendapat apresiasi khusus karena membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga  Pj Gubernur Jabar Resmi Lantik Kusmana Hartadji Sebagai Pj Wali Kota Sukabumi

Pelajaran yang Bisa Kita Ambil

Kisah Pokdakan Mina Sauyunan Kadulawang mengajarkan kita hal-hal sederhana namun berharga:

1. Setiap orang memiliki nilai. Bakat yang berbeda bukan alasan perpecahan, melainkan kekuatan jika disatukan untuk tujuan bersama.

2. Usaha produktif bisa berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Mengelola kolam dan lahan tidak merusak alam, justru menjaganya agar tetap bermanfaat.

3. Kekompakan adalah kunci. Tanpa rasa memiliki dan saling mendukung, kemampuan sebanyak apa pun tidak akan menghasilkan dampak yang besar.

4. Peran warga sangat berarti bagi pembangunan daerah. Melalui partisipasi aktif dalam program pemerintah, kita bisa membantu memajukan wilayah tempat tinggal kita sendiri.

Dengan segala keberagaman dan dedikasi yang dimiliki, kita berharap Pokdakan Mina Sauyunan Kadulawang terus berkembang, menjadi teladan bagi kelompok masyarakat lain, dan membawa manfaat seluas-luasnya bagi Kota Sukabumi.

Red/HJS

Share :

Baca Juga

Infrastruktur

Banjir di Kota Sukabumi, Inggu Sudeni: ” Kami di Komisi 2 akan memanggil SKPD terkait”

Jawa Barat

PWI Kabupaten Sukabumi Mengadakan Tasyakuran Hari Pers Nasional 2023

Hukum

KPK Jabar Sekretariat Daerah Kota Sukabumi Siapkan Diri, Sosialisasikan Program “Cegah Korupsi Sejak Dini”

Hukum

Melalui Rapat Evaluasi & Refleksi Akhir Tahun 2023, Kemenkumham Jabar Songsong Tahun 2024 Sebagai Tahun Prestasi

Jawa Barat

Rakernas Berakhir, SMSI Minta Presiden Joko Widodo Tidak Menandatangani Rancangan Perpres Publisher Right

Sukabumi

Imigrasi Berlakukan WFH pada hari Jumat, Layanan Keimigrasian Tetap Beroperasi Normal

Sukabumi

Berawal dari Temu Mayat, Polisi di Sukabumi Ungkap Dugaan Kasus Pembunuhan, 4 Terduga Pelaku Diringkus

Nasional

Bantah Isu Penyalahgunaan Dana, PDAM TJM Sukabumi Rinci Penggunaan Anggaran Rp. 300 Miliar