Kabar Journalist

Lebih dari Sekadar Budidaya Ikan: Kisah Pokdakan Mina Sauyunan Kadulawang, Komunitas Multitalenta yang Menginspirasi

Kabarjournalist.com – Kota Sukabumi – Siapa sangka di balik berlimpahnya air yang mengairi kolam dan kesehariannya merawat tanaman, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Sauyunan Kadulawang di Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, menyimpan kekayaan kemampuan yang luar biasa. Bukan hanya peduli dalam memelihara ikan dan bertani, para anggotanya memiliki beragam bakat yang saling melengkapi, menjadikan kelompok ini contoh nyata bagaimana keragaman bisa mengubah lingkungan sekitar menjadi lebih baik.

Apa Itu Pokdakan dan Mengapa Keberadaannya Penting?

Sebelum menelusuri kisah mereka, mari kita pahami dulu: Pokdakan atau Kelompok Pembudidaya Ikan adalah wadah warga yang bergerak di bidang perikanan budidaya.

Keberadaan kelompok ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan penghasilan anggota, tetapi juga menjaga kelestarian sumber daya air, memanfaatkan lahan kosong secara produktif, dan membangun kerja sama antarwarga. Agar bisa berjalan baik, sebuah Pokdakan membutuhkan perencanaan matang, anggaran yang terkelola rapi, kekompakan, serta rasa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap wilayah tempat mereka beraktivitas. Semua hal ini dimiliki sepenuhnya oleh Mina Sauyunan Kadulawang.

Baca Juga  Minta Jalan Diperbaiki ,Ratusan Sopir Angkot Demo ke PT. SCG

Satu Kelompok, Seribu Kemampuan

Anggota Mina Sauyunan Kadulawang bukan hanya pandai mengurus ikan dan tanaman. Di antara mereka terdapat seniman lukis, penyanyi, perajin tangan, pelaku UMKM, tokoh agama, tukang, penata rambut, sopir, bahkan seorang jurnalis. Keberagaman ini bukan sekadar daftar bakat, melainkan kekuatan nyata yang membuat setiap kegiatan kelompok berjalan lancar dan bermanfaat luas.

“Kami bangga dengan kemampuan anggota yang multitalenta ini. Semoga dapat menjadi manfaat untuk masyarakat sekitar dan dapat mengangkat nama wilayah dengan kemampuan yang dimiliki,” ujar Humas sekaligus pendiri kelompok ini pada Senin, 13 Juli 2026.

Setiap bakat terpakai dengan tepat:

– Ahli pertukangan membangun dan merenovasi sarana di lokasi tanpa bantuan pihak luar, menghemat biaya sekaligus mempererat kebersamaan.

– Tokoh agama mengisi kegiatan dengan nilai-nilai kebaikan, menjadi imam dan pengurus madrasah di lingkungan sekitar.

– Seni dan jurnalistik membagikan cerita aktivitas mereka, sehingga keberadaan Mina Sauyunan Kadulawang dikenal luas dan menjadi contoh bagi wilayah lain.

Baca Juga  JALAN PASIRCEURI DIASPAL DANA DESA TAHAP II, LANCARKAN ARUS HASIL PANEN DAN EKONOMI WARGA

– Beragam keahlian lain mendukung pengembangan usaha dan pelayanan kepada sesama warga.

Dari Kolam Ikan Hingga Wisata Edukasi: Apa Saja yang Mereka Lakukan?

Kegiatan utama kelompok ini memang budidaya ikan – saat ini mereka memelihara ikan nila, bawal, dan mas, serta berencana menambah ikan gurame. Namun, mereka tidak berhenti di situ:

✅ Memanfaatkan lahan di sekeliling kolam untuk menanam buah-buahan

✅ Melaksanakan program Asman Toga (Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga), yaitu menanam dan memanfaatkan tanaman obat di lingkungan sendiri untuk kebutuhan kesehatan dasar keluarga.

✅ Mengembangkan lokasi menjadi Wisata Edukasi, tempat warga – terutama anak-anak dan pelajar – bisa belajar cara budidaya ikan, bertani, serta menjaga lingkungan.

✅ Mendukung program pemerintah Kota Sukabumi “Bayar PBB/Pajak Ku Sampah”, di mana warga bisa membayar pajak dengan menyerahkan sampah terpilah. Langkah ini mendapat apresiasi khusus karena membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga  Puncak Peringatan Hari Jadi Ke-110 Kota Sukabumi: Suasana Meriah di Plaza Balai Kota

Pelajaran yang Bisa Kita Ambil

Kisah Pokdakan Mina Sauyunan Kadulawang mengajarkan kita hal-hal sederhana namun berharga:

1. Setiap orang memiliki nilai. Bakat yang berbeda bukan alasan perpecahan, melainkan kekuatan jika disatukan untuk tujuan bersama.

2. Usaha produktif bisa berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Mengelola kolam dan lahan tidak merusak alam, justru menjaganya agar tetap bermanfaat.

3. Kekompakan adalah kunci. Tanpa rasa memiliki dan saling mendukung, kemampuan sebanyak apa pun tidak akan menghasilkan dampak yang besar.

4. Peran warga sangat berarti bagi pembangunan daerah. Melalui partisipasi aktif dalam program pemerintah, kita bisa membantu memajukan wilayah tempat tinggal kita sendiri.

Dengan segala keberagaman dan dedikasi yang dimiliki, kita berharap Pokdakan Mina Sauyunan Kadulawang terus berkembang, menjadi teladan bagi kelompok masyarakat lain, dan membawa manfaat seluas-luasnya bagi Kota Sukabumi.

Red/HJS

Share :

Baca Juga

Sukabumi

Semarak Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Warungkiara Gelar Donor Darah

Jawa Barat

Donor Darah INTI Kota Sukabumi Bantu Stok Darah PMI

Bisnis

Raker Tahun 2022 , PWI Kota Bandung Bahas Upaya Meningkatkan Kinerja Profesi.

pemerintahan

Penjabat Wali Kota Sukabumi Terima Kunjungan Danrem 061 Suryakencana

Sukabumi

Kapolsek Sukabumi Laksanakan Tarawih Keliling, Ajak Warga Ciptakan Kamtibmas

Sukabumi

Respon Aduan Warga, Polisi di Sukabumi Tertibkan Juru Parkir Liar dan Premanisme

Jawa Barat

Bupati Marwan Minta Komunitas Jeepsi Berperan Dalam Promosi Pariwisata

Pendidikan

1 Muharam 1445 H , Para Alumni SMPN 1 Pelabuhan Ratu Angkatan Tahun 2018 ,Berbagi Kasih