Kabarjournalist.com – Seorang Ibu Driver Ojek Online Gojek, yang diketahui bernama Reni (45 Tahun) warga Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi menyampaikan aspirasinya saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi keluar dari halaman gedung DPRD Kota Sukabumi usai menghadiri Rapat Paripurna sekaligus Milad Kota Sukabumi ke 111. Kamis, 10/04/2024.
Reni yang berteriak diantara kerumunan warga ini ditemani oleh beberapa teman Ojol lainnya menyampaikan apa yang menjadi keluhan dan kekesalannya.
Reni meneriakkan berulangkali dengan mengatakan “Bapa Aing Wani teu ka Aplikator” saat Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat yang dikenal dengan sebutan KDM dan Bapa Aing ini menuju kendaraanya.
Terlihat Reni dan kawan-kawannya terus berteriak berharap mendapat respon dari Gubernur Jawa Barat yang dikenal warga seorang sosok penyayang wong cilik dan pemberani ini.
Kang Dedi saat itu terlihat tidak merespon apa yang disampaikkan oleh para Driver Ojol ini, namun mereka terus berusaha menghampiri dan akhirnya berhasil bertatap muka serta menyampaikan langsung apa yang menjadi keluhannya.
“Bapa, Ojol udah ngga ada yang ngurusin Bapa. Pemerintah juga takut sama Aplikator. Eksploitasi Ojol itu sangat besar. Kapan Bapa Aing bisa ngurusin para Ojol karena pemerintah sudah tidak mau ngurusin Ojol,” ucap Reni kepada Kang Dedi Mulyadi.

Kang Dedi saat itu memberikan respon apa yang dikeluhkan dan disampaikan oleh seorang ibu Driver Ojol Gojek ini.
“Kita lihat yah dan kita kan ada batasan kewenangan yah, nanti kita cari solusinya yah,” jawab Kang Dedi.
Usai menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur Jawa Barat, Reni, saat ditemui Awak Media berharap Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi dapat membantu para Driver Ojol ini dan menindak tegas para Aplikator yang menurutnya tidak berlaku adil.
“Saya harap di Pemerintah itu yang berani dan bertindak tegas sama Aplikator. Saya udah dari bulan Januari mengajukan Audiensi ke DPR dan ingin duduk bareng antara Pemda dan Dinas terkait beserta Aplikator. Sampai hari ini, bulan April, belum juga terlaksana sedangkan tuntutan aliasi Desak sudah diajukan dari bulan Januari, sudah berapa lama kita nunggu,” jelas Reni.
Tuntutan para Ojol ini menurut Reni, menuntut dan diperhatikannya yaitu terkait KIP, PIP dan PBI.
“Pas bulan Januari kita, Ojol, menuntut diperhatikan secara khusus terkait KIP, PIP dan PBI karena kita juga sama, rakyat yang membayar pajak. Rakyat Sukabumi, Kami punya Hak, tapi pada Faktanya lebih banyak yang tidak memenuhi standar misalnya keluarga-keluarga ataupun yang mampu, sedangkan kita Ojol pendapatanya sudah jelas-jelas sangat minim tetapi kita tidak diperhatikan. Katanya akan diberi kuota KIP, KIS ,PBI sama pemerintah sampai hari ini belum juga ada realisasinya,” terangnya.

Selain itu, menurut Reni, tuntutan lainnya seperti Tunjangan Hari Raya (THR) besarannya tidak sesuai dengan yang dijanjikan yaitu hanya mendapatkan Rp.50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah).
“THR yang dari Permaxim itu tidak ada sama sekali yang dikasih dan besaran THR tidak sesuai dengan janji yang asalnya 20 persen pendapatan pertahun dibagi 12. Yang ada kita hanya mendapatkan nominal 50.000,- saja setiap driver,” ungkapnya.
Bahkan menurut Reni, komunitas-komunitas binaanlah yang mendapat THR lebih padahal mereka tidak berjuang dalam menuntut THR tersebut.
“Kami benar-benar dibodohi oleh Aplikator. Pemerintah dibohongi, Driver dibohongin. Jadi semua dibohongin sama Aplikator,” cetusnya.
Sementara itu, Reni berkeinginan menemui langsung dan meminta tolong kepada Kang Dedi Mulyadi berharap dapat membantu dan memberikan solusi yang terbaik bagi para Ojek Online yang berada di Jawa Barat, khususnya di Kota Sukabumi.
“Bapa Aing itu sangat bagus yah, saya nilai sangat bagus sekali dan berani. Dia juga tidak pandang bulu. Saya harap orang seperti pa DM ini bisa menjadi back up kami berjuang di Ojol,” pungkasnya.
Red/HJS

























