Kabarjournalist.com – Sukabumi – Terletak di tengah hamparan alam yang masih asri, Kecamatan Warungkiara kini mulai bangkit dari bayang-bayang statusnya sebagai wilayah penyangga. Berbekal kekayaan alam yang belum tergarap maksimal, daerah ini bertekad bertransformasi menjadi tujuan wisata yang mampu bersaing.
Langkah nyata dimulai sejak Camat H. Toni Sugiarto bersama timnya menjelajahi setiap sudut wilayah. Dari hasil penelusuran di 12 desa, terungkap beragam potensi yang menyimpan daya tarik luar biasa, mulai dari keindahan alam hingga kekayaan sumber daya lokal.
“Ternyata kita punya banyak harta karun yang belum diperkenalkan. Mulai dari alam yang indah hingga tempat belajar yang menarik, semuanya ada di sini,” ungkap Toni.
Untuk memaksimalkan daya tarik, disusunlah konsep paket wisata terpadu. Konsep ini mengajak wisatawan menikmati rangkaian perjalanan yang beragam: mulai dari melihat pembangkit listrik tenaga air, mempelajari budidaya ikan arwana, menikmati ketenangan danau, merasakan tantangan arung jeram, hingga memandang keindahan air terjun yang dijuluki mini Niagara.
Agar rencana ini tidak sekadar wacana, pemerintah kecamatan terus membangun komunikasi dengan Dinas Pariwisata, serta merangkul seluruh pemangku kepentingan. Toni menegaskan bahwa pariwisata tidak bisa tumbuh tanpa dukungan masyarakat.
“Pemilik tempat wisata, pengusaha kecil, tokoh masyarakat, semuanya harus bergandengan tangan. Inilah kunci agar Warungkiara maju,” katanya.
Lebih dari sekadar menciptakan tempat rekreasi, pengembangan ini diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi. Dengan datangnya wisatawan, harapannya perekonomian warga ikut tergeliat, usaha berkembang, dan taraf hidup masyarakat meningkat.
Perlahan namun pasti, Warungkiara mulai menata langkah. Di saat daerah lain berlomba membangun fasilitas, Warungkiara justru memoles apa yang sudah dimiliki, membuka peluang untuk menjadi destinasi wisata terpadu yang tak hanya indah dipandang, tapi juga menyejahterakan.
Red/HJS























