Kabarjournalist.com – SUKABUMI – Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, kembali mencuri perhatian melalui terobosan kreatif dalam sektor ekonomi desa.
Lewat BUMDes Barokah, desa ini berhasil menyulap komoditas Kacang Edamame menjadi produk unggulan yang diharapkan dapat mendongkrak ketahanan pangan sekaligus Pendapatan Asli Desa (PADes).
Sinergi Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kreatif
Program ketahanan pangan yang dicanangkan Pemerintah Desa Sukamaju tidak hanya berhenti pada tahap penanaman. BUMDes Barokah melihat peluang besar pada kacang edamame sebagai kudapan sehat yang kian digemari masyarakat.
Untuk meningkatkan nilai jual dan produktivitas, BUMDes tidak hanya menjual bahan mentah, melainkan mengintegrasikannya dengan tren gaya hidup modern: Budaya Ngopi.
Inovasi “Boot Kopi & Edamame”Strategi pemasaran yang dijalankan tergolong unik dan segar.
BUMDes Barokah membangun beberapa unit Boot Kopi di titik-titik strategis. Di gerai ini, pengunjung tidak hanya bisa menikmati kopi berkualitas, tetapi juga diperkenalkan dengan menu pendamping wajib: “Kacang Edamame Rebus”
“Kami ingin mengubah stigma bahwa camilan kopi harus selalu gorengan atau roti. Kami menawarkan Edamame rebus yang jauh lebih sehat, segar, dan merupakan hasil bumi asli desa kami,” ujar Ketua BUMDes Barokah Sukamaju, Wawan Karnawan kepada Kabarjournalist.com. Rabu, 1/04/2026.

Dampak Positif bagi Desa
Langkah ini membawa angin segar bagi ekosistem ekonomi di Desa Sukamaju:
– Peningkatan Income Desa: Penjualan melalui sarana Boot Kopi memberikan margin keuntungan yang lebih tinggi dibanding menjual edamame secara grosir ke tengkulak.
– Pemberdayaan Petani Lokal: Petani edamame di Sukamaju kini memiliki harapan serapan pasar yang pasti dan berkelanjutan.
– Lapangan Kerja Baru: Pengelolaan Boot Kopi melibatkan warga setempat, sehingga diharapkan menekan angka pengangguran di desa dan membuka peluang lapangan kerja.
Menuju Kemandirian Ekonomi
Kepala Desa Sukamaju, Diran Bachari, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah BUMDes Barokah dan pihaknya telah menggelontorkan anggaran untuk mengembangkan inovasi ini.
“Kami dari Pemerintah Desa Sukamaju sangat mengapresiasi dan telah mengucurkan modal untuk BUMDES Sukamaju Barokah sebesar Pagi Anggaran kurang lebih 230 juta yang diserahkan ke BUMDES untuk dikelola dan kami telah membentuk dan merealisasikan dalam perijinan Badan Hukum BUMDES,” jelas Diran kepada Kabarjournlaist.com. Rabu, 1/04/2026 melalui Whatsapp.
Menurutnya, Produk Edamame ini menjadi produk yang booming saat ini, terutama untuk program MBG karena mempunyai protein tinggi dan prosesnya dilakukan secara profesional dengan melibatkan konsultan dari pengolahan lahan hingga panen.
Selain itu, Diran menghimbau para Kelompok Tani (Poktan) dapat ikut bermitra dalam budidaya Edamame ini dan menurutnya inovasi ini dapat menyerap tenaga kerja di wilayah.
Red/HJS

























