Kabarjournalist.com- Sukabumi – Kegiatan tahunan Pesta Nelayan atau Hari Nelayan bukan sekadar seremoni adat semata, melainkan menjadi strategi jitu sebagai
“Ungkitan dan Bangkitan” bagi sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi. Melalui event ini, berbagai destinasi wisata unggulan mulai dari Pelabuhan Ratu, Cisolok, Minajaya, Ujung Genteng, Palangpang, hingga Tegal Buleud diharapkan semakin ramai dikunjungi wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, dalam keterangannya melalui WhatsApp, Rabu (6/5/2026), menjelaskan makna di balik istilah “ungkitan dan bangkitan”.
“Pariwisata itu hidup oleh kegiatan promosi dan bangkit karena adanya event di dalamnya.” jelas Ali kepada kabarjournalist.com
Menurutnya, Pesta Nelayan yang kali ini merupakan penyelenggaraan yang kedua, menjadi bukti nyata bagaimana sebuah kegiatan besar mampu menggerakkan roda ekonomi dan promosi daerah.
Lebih dari Sekadar Wisata: Syukur dan Gizi Masyarakat
Ali menambahkan, kegiatan ini hadir sebagai wujud rasa syukur atas kerja keras para nelayan yang tak kenal lelah memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Hasil laut yang mereka hasilkan menyumbang asupan gizi, vitamin, dan mineral penting yang menjaga kesehatan masyarakat.
“Gerakan makan ikan menjadi indikator bahwa ikan memiliki potensi yang sangat besar. Oleh karena itu, profesi ini perlu diapresiasi dan disyukuri, tentunya dengan cara penangkapan yang tetap menjaga kelestarian alam agar bisa terus diwariskan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi. Meski kini banyak anak muda mulai meninggalkan profesi ini, Ali meyakinkan bahwa menjadi nelayan jika digeluti secara profesional akan memberikan jaminan kehidupan yang layak dan pasti.
Melestarikan Budaya dan Menguatkan Ketahanan Sosial
Bukan hanya aspek ekonomi dan pariwisata, Pesta Nelayan juga memiliki fungsi strategis dalam menjaga warisan budaya. Ali membedakan, bahwa budaya adalah gagasan dan pemikiran, sedangkan kebudayaan adalah aktivitas yang melahirkan karakter dan watak khas masyarakat Sukabumi.
“Hal inilah yang menjadi pondasi sistem sosial masyarakat kita. Sehingga resiliensi atau ketahanan masyarakat akan menguat, dan pemulihan jika ada masalah pun bisa dilakukan dengan cepat dan mudah,” jelasnya.
Dorong PDRB dan Kesejahteraan
Dinas Pariwisata berkomitmen penuh untuk terus membangkitkan kegiatan ini dengan berbagai atraksi menarik. Tujuannya tidak hanya untuk menarik wisatawan, tetapi juga untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat dan menjaga kelestarian budaya agar masyarakat semakin sejahtera.
Lebih jauh, event ini terbukti memberikan dampak positif bagi keuangan daerah. Aktivitas wisata menguatkan sektor kuliner, akomodasi, dan transportasi yang merupakan komponen utama penyumbang PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), sehingga menciptakan kemandirian bagi Pemerintah Daerah.
Red/HJS
























