Kabarjournalist.com – SUKABUMI – Semangat kebersamaan dan sportivitas menyelimuti lapangan hijau Setukpa Lemdiklat Polri seiring dengan dimulainya Pekan Olahraga dan Seni Siswa dan Masyarakat (Porismas). Lebih dari sekadar ajang adu fisik dan ketangkasan, event tahun ini menjadi panggung pembuktian bagi para peserta untuk menunjukkan integritas, kerja sama tim, dan mentalitas pantang menyerah.
Di tengah riuh rendah dukungan suporter, setiap kontingen tampil fokus dan siap memberikan performa terbaik. Di sini, setiap tetes keringat menjadi simbol dedikasi, dan setiap raihan poin adalah buah dari disiplin yang tinggi. Gaya permainan yang bersih dan saling menghormati menjadi prioritas utama, membuktikan bahwa esensi sejati kompetisi bukan hanya soal mengangkat trofi, melainkan menjaga kehormatan dan nama baik di atas lapangan.
Drama Kemenangan dan Konsistensi Pembinaan
Pertandingan menyajikan momen-momen menarik, salah satunya kemenangan dramatis yang diraih oleh tim putra MAN 4 Kabupaten Sukabumi. Berasal dari wilayah Purabaya dan melakukan persiapan secara mandiri, Agung dan rekan-rekannya berhasil menumbangkan MA Al-Basri Kalapanunggal dengan skor ketat 2-1 di babak delapan besar.

“Kami latihan setiap hari, bahkan secara mandiri jika pembina berhalangan. Kemenangan ini adalah hasil kerja keras tim,” ujar Agung (18) usai pertandingan.
Sementara itu, MAN 1 Kabupaten Sukabumi kembali menunjukkan kelasnya sebagai tim kuat berkat sistem pembinaan yang matang sejak tahun 2016. Di bawah asuhan Yopi Hermawan, mereka melaju mulus ke semifinal setelah menang telak 2-0 atas SMAN 1 Ciemas.

“Selain mengejar gelar juara, integritas pemain di lapangan adalah prioritas utama dalam setiap pembinaan yang kami lakukan,” tegas Yopi.
Lapangan sebagai Laboratorium Karakter
Ketua Panitia Seksi Bola Voli Porismas, Siswa Joko Nuasa Sembiring, S.H., menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme seluruh peserta. Ia menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar mencari siapa yang terkuat, melainkan momentum untuk mengasah jiwa korsa dan karakter.
“Porismas adalah laboratorium karakter bagi kita semua. Saya berpesan, bertandinglah dengan gagah berani namun tetap rendah hati. Jadikan kemenangan sebagai pemacu prestasi, dan kekalahan sebagai bahan evaluasi,” ujar Joko.
Lebih jauh ia menegaskan nilai persaudaraan yang diusung.
“Di lapangan kita adalah rival, namun di luar lapangan kita adalah satu keluarga besar yang solid. Panitia akan memastikan seluruh pertandingan berjalan transparan dan adil, demi melahirkan bibit unggul yang tidak hanya hebat di olahraga, tapi juga bermental juara dalam kehidupan,” tandasnya.
Selamat bertanding, kobarkan semangat sportivitas, dan raihlah kejayaan dengan cara yang ksatria!
Red/HJS


























