Kabar Journalist

Home / Sukabumi / TNI/POLRI

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:11 WIB

Jalani, Nikmati, Syukuri: Makna Pengorbanan dalam Idul Adha 1447 H di Setukpa Lemdiklat Polri

Kabarjournalist.com — Bagi umat Islam di seluruh dunia, Idul Adha bukan sekadar tanggal merah di kalender, melainkan puncak perayaan yang sarat makna. Saat jamaah haji sedang melaksanakan rangkaian ibadah suci di tanah Haromain—Mekkah dan Madinah—umat Islam di berbagai belahan bumi lainnya melengkapi keimanan dengan amalan puasa Tarwiyah dan Arafah.

Semuanya bermuara pada satu momen agung: tanggal 10 Dzulhijjah, hari di mana hati-hati bersatu dalam kekhidmatan melaksanakan Sholat Idul Adha.

Suasana damai menyatu dengan semangat kebersamaan, menjadi awal indah dari rangkaian perayaan yang dirangkai khusus oleh keluarga besar Resimen Desaka Dhira Pradhipa, Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 55.

Dalam kesempatan itu, Komandan Resimen (Danmen) SIP Angkatan 55, Berlin Sinaga, S.H., M.H., menyampaikan bahwa ibadah kurban menjadi inti dari rangkaian kegiatan Idul Adha tahun ini. Sebagai langkah nyata pelaksanaan amanah, Danmen telah mendelegasikan penugasan kepada Kepala Bidang Agama Islam Resimen, Dr. Hamzah M. Siregar, S.E., S.H., M.H., untuk mempersiapkan, membina, dan menggerakkan seluruh siswa dalam kegiatan mulia ini.

Baca Juga  SEORANG PRIA DI DUGA ODGJ MENGAMUK DAN MERUSAK RUMAH DIAMANKAN POLISI

Selama satu minggu penuh sebelum hari H, Kabid Agama Islam intens memberikan pembinaan dan motivasi kepada rekan-rekan siswa. Materi yang disampaikan bukan sekadar tata cara penyembelihan, melainkan menyentuh intisari sejarah keimanan: kisah agung Nabi Ibrahim a.s. dan putra tercinta beliau, Nabi Ismail a.s. Sebuah kisah yang menjadi tonggak pengorbanan umat manusia.

“Kisah ini mengandung tiga dimensi besar makna,” ungkap Dr. Hamzah saat menyampaikan materi pembinaan.

“Pertama, dimensi iman: wujud kepatuhan mutlak seorang hamba kepada Sang Pencipta. Kedua, dimensi keluarga: wujud kepatuhan dan kerelaan seorang anak terhadap perintah ayahnya. Dan ketiga, dimensi materi: kerelaan mengorbankan apa yang paling dicintai demi ketaatan.”

Seperti yang tertulis dalam sejarah, ketika perintah itu datang dan keduanya siap menjalankan kewajiban suci itu, Allah SWT mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba. Itu bukan berarti perintah dibatalkan, melainkan bukti bahwa keimanan Nabi Ibrahim telah diuji dan dinyatakan lulus dengan nilai sempurna.

Makna inilah yang kemudian ditarik ke dalam kehidupan nyata para calon perwira Polri. “Hidup kita saat ini pun tak lepas dari ujian,” lanjutnya mengingatkan.

Baca Juga  Dandim 0607/Kota Sukabumi Berikan Pertolongan Anak Diduga Sakit Gizi Buruk di Gunungguruh

“Kita diuji dengan tekanan pendidikan, diuji dengan kesibukan tugas, diuji dengan hiruk-pikuk dunia. Maka sikap terbaik yang harus kita tanamkan adalah: Jalani, Nikmati, Syukuri — prinsip hidup yang selalu digaungkan oleh Kepala Setukpa, BJP Dirin, S.I.K., M.H., dalam setiap langkah kita.”

Berbekal pemahaman mendalam tersebut dan dengan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas Angkatan 55, para siswa bergerak. Dengan membawa semangat 55 dan prinsip 5UKSE5, partisipasi dalam ibadah kurban menjadi wujud nyata keimanan mereka.

Hasilnya sungguh membanggakan. Secara keseluruhan, terkumpul sebanyak 64 ekor hewan kurban yang terdiri dari 17 ekor sapi dan 47 ekor kambing. Dari jumlah tersebut, 9 ekor hewan kurban disalurkan ke luar lingkungan kampus sebagai wujud kepedulian sosial: 2 ekor sapi dikirimkan ke Lemdiklat Polri dan Rumah Sakit Kramat Djati, serta 7 ekor kambing dibagikan ke beberapa Pondok Pesantren dan lembaga masyarakat sekitar.

Baca Juga  Sineas Lokal Sukabumi dan LCS Terlibat Langsung di Film Perdana "Anak Kuntilanak"

Sementara itu, di halaman Setukpa sendiri, proses penyembelihan dilaksanakan terhadap 55 ekor hewan kurban, rinciannya adalah 15 ekor sapi dan 40 ekor kambing.

Angka 55 ini bukan sekadar hitungan matematika atau kebetulan semata. Ada makna tersendiri di baliknya—simbolisasi indah bahwa SIP Angkatan 55 hadir, berkarya, dan berbagi tepat dengan angka yang menjadi identitas mereka.

Kegiatan berjalan lancar, tertib, dan sesuai syariat. Daging-daging kurban yang telah dipotong dan dikemas rapi siap disalurkan kepada yang berhak, membawa berkah dan kebahagiaan bagi sesama.

“Semoga apa yang telah berjalan dengan baik ini dapat menjadi teladan dan acuan di masa mendatang, serta senantiasa membawa perbaikan yang lebih baik lagi dari tahun ke tahun,” harap Danmen Berlin Sinaga, menutup momen penuh makna ini.

Di Setukpa, Idul Adha 1447 H bukan hanya menjadi sejarah peribadatan, melainkan juga catatan keberhasilan pendidikan karakter: membentuk insan Bhayangkara yang tangguh dalam ilmu, namun tetap lembut hati dalam berbagi dan berkorban.

Red/HJS

Share :

Baca Juga

Budaya

H. Moch Soleh S.Pd. MM,Pd Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua IKC Periode 2024/2029

Jawa Barat

Bawah Kendali Operasi (BKO) Bantuan Pengamanan Pegawai Lapas Warungkiara Ke Lapas Cianjur

Hukum

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi Gelar Sosialisasi Dokumen Keimigrasian

Sukabumi

Andang Tjahjandi Dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Sukabumi

Jawa Barat

Digitalisasi Layanan Publik Dan Reflikasi Unit Saber Hoaks, Eka Nandang “pemkab Sukabumi Siap Bersinergi”

Sukabumi

Emak-emak, Geruduk Pokdakan Mina Sauyunan Malam Hari, Eh Ternyata !

pemerintahan

WABUP TINJAU LOKASI LONGSOR DI KAMPUNG CIBATU HILIR CIBADAK

Sukabumi

Pertamina dan Hiswana Migas Sukabumi Serahkan Hewan Kurban ke MUI Kota Sukabumi