Kabar Journalist

Home / Sukabumi

Selasa, 8 September 2026 - 08:50 WIB

Cetak Sejarah Baru, Prof. Reny Sukmawani Resmi Jadi Guru Besar Pertama dari Rahim Kampus UMMI

Kabarjournalist.com – SUKABUMI – Ekosistem pendidikan tinggi di wilayah Sukabumi kembali menorehkan tinta emas. Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Prof. Dr. Reny Sukmawani, S.P., M.P., secara resmi memuncaki tangga karier akademis pasca-ditetapkannya beliau sebagai Guru Besar dalam bidang kepakaran Pembangunan Pertanian.

Kabar monumental ini disiarkan secara resmi melalui rilis kelembagaan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) pada Senin, 7 September 2026. Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI tersebut menjadi bukti sahih atas dedikasi panjang sang rektor dalam dunia tri dharma perguruan tinggi.

Pencapaian ini sempat memantik perbincangan hangat di ruang publik mengenai reposisi sejarah keprofesoran di Sukabumi. Berdasarkan catatan literasi sejarah institusi pendidikan lokal, pencapaian Prof. Reny Sukmawani memegang keunikan tersendiri.

Beliau merupakan Guru Besar pertama di Sukabumi yang seluruh jenjang struktural akademisnya—mulai dari Lektor hingga Profesor—lahir, diproses, dan bertumbuh secara utuh dari dalam rahim universitas lokal tempatnya mengabdi (homebase UMMI).

Baca Juga  Bazaar Santa Sea Ramadan Fair: Dorongan untuk Ekonomi Kreatif dan UMKM di Kota Sukabumi

Ditinjau dari segi latar belakang sosiologis, Prof. Reny menorehkan kebanggaan ganda: ia adalah ilmuwan asli kelahiran Sukabumi yang memilih menetap dan membesarkan institusi tanah kelahirannya hingga mencapai puncak tertinggi dunia akademik.

Dalam rekam jejak ilmiahnya, Prof. Reny Sukmawani dikenal konsisten meneliti sektor hilirisasi agrikultur lokal. Salah satu tonggak riset pentingnya dimulai sejak meraih gelar Doktor di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung dengan memformulasikan model pengembangan komoditas unggulan daerah melalui metode gabungan Corporate Proponent Index (CPI).

Kini, dengan menyandang gelar Guru Besar Bidang Pembangunan Pertanian, ruang kontribusinya diproyeksikan bakal berdampak langsung pada kebijakan pembangunan masyarakat agraris dan ketahanan pangan regional di Jawa Barat.

Pihak sivitas akademika UMMI menegaskan bahwa pencapaian rektornya bukan sekadar kebanggaan seremonial. Peristiwa ini menjadi pemutus stigma lama bahwa perguruan tinggi di daerah tingkat dua tidak mampu melahirkan guru besar secara mandiri. UMMI kini membuktikan diri memiliki kapasitas mutakhir untuk menumbuhkan ekosistem riset berstandar nasional dari jajaran dosen internalnya sendiri.

Baca Juga  Kapolres Sukabumi Kota Berikan Apresiasi Pelaksanaan Sukabumi Challenge Taekwondo Walikota Cup

Harapan segar Peta Agrikultur Sukabumi
Makna gelar ini jauh melampaui sekat formalitas kampus. Sebagai pakar yang mengakar pada Pembangunan Pertanian, kehadiran Prof. Reny di jajaran elite akademisi nasional membawa harapan segar bagi peta jalan agrikultur di Sukabumi.

Wilayah Sukabumi yang memiliki basis geografis agraris luas, kini memiliki “lokomotif intelektual” lokal yang mampu memformulasikan kebijakan pangan adaptif langsung dari jantung daerah, tanpa harus mendatangkan riset dari luar kota.

Capaian ini sekaligus meruntuhkan tembok psikologis bahwa riset tingkat tinggi dan gelar profesor hanya monopoli universitas-universitas besar di ibu kota provinsi. Rekam jejak Prof. Reny yang meniti karier akademik dari jenjang bawah di Sukabumi membuktikan bahwa ekosistem pendidikan tinggi di daerah telah matang secara mutu.
Kontribusi publikasinya yang mencakup puluhan jurnal agribisnis dan pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi kuat yang meloloskan namanya ke kursi Guru Besar.

Baca Juga  Wali Kota Sukabumi Lantik Andang Tjahjandi sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kota Sukabumi

Publik kini menanti bagaimana kepakaran teoritis mengenai pembangunan pertanian tersebut dikonversikan menjadi solusi konkret untuk menjawab problem nyata petani Sukabumi, mulai dari fluktuasi harga komoditas, digitalisasi rantai pasok agribisnis, hingga ancaman krisis regenerasi petani muda.

Keberhasilan monumental ini pun disambut hangat oleh berbagai elemen masyarakat. Sinyal positif ini diharapkan mampu memicu efek domino bagi ratusan dosen lain di wilayah Sukabumi untuk segera mengakselerasi riset mereka dan menembus batas tertinggi akademisi. (red)

Share :

Baca Juga

pemerintahan

Kapolres Sukabumi Kota Adakan Konsolidasi Seluruh Elemen Persiapan Menjelang Idul Fitri 1444 H. “Ada Lonjakan 123 Juta Pemudik di Tahun 2023”

Sukabumi

HJKS Kabupaten Sukabumi ke 153 Gelar Lomba Mancing di Badong

pemerintahan

PJ WALIKOTA SUKABUMI BUKA SECARA RESMI MUSRENBANG 2024-2025

pemerintahan

Dinas Kesehatan Gelar Rakor Lintas Sektoral di Kecamatan Lembursitu” Bahas Langkah Strategis”

Bisnis

Jelang Nataru, Presiden Cek Harga di Pasar Cigombong

Jawa Barat

Kendalikan Inflasi, Bupati Sukabumi Akan Optimalkan Pasokan Kebutuhan Masyarakat

Bisnis

PBB Merupakan Salah Satu Upaya untuk Kemandirian Keuangan Pemerintah Daerah

Sukabumi

Kasetukpa Lemdiklat Polri Buka Gladi Wirottama SIP Angkatan ke-53 Gelombang II T.A 2024