Kabarjournalist.com – Semangat penghijauan dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kabupaten Sukabumi melalui kegiatan Jampang Mangkalang mendapat apresiasi luas. Namun, kegiatan penanaman pohon tersebut ditegaskan tidak boleh berhenti pada seremoni simbolis semata, melainkan harus dilanjutkan dengan perawatan dan pengawasan jangka panjang.
Keberhasilan penghijauan, menurut para pemangku kepentingan, bukan diukur dari banyaknya bibit yang ditanam saat acara berlangsung, tetapi dari tingkat hidup (survival rate) bibit tersebut setelah ditanam. Tanpa pemeliharaan yang konsisten, bibit pohon rentan mati akibat kekeringan, genangan air, maupun serangan hama.
Wakil Administratur/KKPH Sukabumi, Uday Jubaedi, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung keberlanjutan program penghijauan, termasuk melalui penyediaan bibit tanaman.
“Kami dari Perhutani siap mendukung, salah satunya membantu penyediaan bibit. Tapi kegiatan ini jangan sampai berhenti di sini. Harus ada kelanjutan dan konsep yang jelas ke depan,” ujarnya saat diwawancarai wartawan, Minggu (15/2/2025).

Ia menekankan bahwa penanaman tanpa perawatan berpotensi menjadi pemborosan anggaran, tenaga, dan waktu. Karena itu, diperlukan tahapan pemeliharaan yang terstruktur.
“Jangan sampai kita menanam lalu ditinggalkan. Itu mubazir dan tidak efisien. Harus ada perawatan tahap satu, dua, dan tiga. Nanti kita bahas bersama siapa yang bertanggung jawab, bisa kolaborasi bersama atau melibatkan pelajar,” tegasnya.
Menurut Uday, pohon merupakan investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada kualitas udara, ketersediaan air, serta mitigasi bencana seperti banjir dan longsor. Oleh sebab itu, pendekatan berkelanjutan harus menjadi fondasi utama gerakan penghijauan.
Untuk memastikan program berjalan optimal, akan digelar Focus Group Discussion (FGD) lanjutan dengan melibatkan dinas terkait, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, serta unsur pers. Forum ini diharapkan mampu merumuskan skema penghijauan yang terencana, melibatkan masyarakat lokal, dan disertai pemantauan berkala.
Sementara itu, Ketua HPN Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, Heru Yuda, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian insan pers terhadap lingkungan.
“Momentum Hari Pers Nasional harus menjadi bukti bahwa pers tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tetapi juga hadir langsung dalam aksi nyata, termasuk penghijauan dan reboisasi di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Ia berharap gerakan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, melainkan tumbuh menjadi komitmen bersama antara pers, pemerintah daerah, dan masyarakat demi menjaga kelestarian alam Sukabumi.
Dengan kolaborasi yang solid dan komitmen perawatan jangka panjang, gerakan penghijauan di wilayah Jampang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang.
Red
























