Kabarjournalist.com – Komunitas KDM Nusantara resmi berdiri sebagai organisasi kemasyarakatan yang mandiri, bermula dari sekelompok kecil relawan yang mendukung pencalonan Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat pada tahun 2024 silam.
Ketua Umum Komunitas KDM Nusantara, H.M. Bachtiar, S.H., menjelaskan kepada Kabarjournalist.com bahwa komunitas ini pertama kali terbentuk di Kota Bekasi dengan jumlah anggota hanya 10 orang yang kesemuanya berprofesi sebagai jurnalis.
“Setelah Kang Dedi Mulyadi terpilih, kami tidak bubar. Justru semakin terpanggil untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial. Seiring berjalannya waktu, anggota kami terus bertambah, bahkan dari luar Jawa Barat ikut bergabung. Oleh karena itu, kami sepakat menyusun struktur kepengurusan yang lengkap, mulai dari Pusat, Daerah di tingkat Provinsi, hingga Cabang di tingkat Kota dan Kabupaten,” ujar H.M. Bachtiar kepada Kabarjournalist.com melalui aplikasi Whatsappnya. Kamis, 5/11/2026.
Menurutnya, seluruh proses pembentukan organisasi ini dibiayai secara gotong royong oleh para anggota, tanpa ketergantungan kepada pihak atau donatur manapun.
Komunitas KDM Nusantara berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, bersifat mandiri serta tidak terikat pada partai politik atau golongan tertentu. Fokus utamanya mencakup tujuh bidang utama:
– Kesehatan & Kemanusiaan — donor darah, pengobatan gratis, bantuan bencana, layanan kesehatan bagi warga kurang mampu
– Pendidikan & Literasi — bimbingan belajar gratis, bantuan buku, pelatihan keterampilan
– Pemberdayaan Masyarakat & Ekonomi — pelatihan kerja, pendampingan kelompok rentan, pengembangan UMKM
– Lingkungan Hidup — penanaman pohon, kampanye kebersihan, pelestarian alam
– Kesejahteraan Anak & Lansia — kunjungan panti asuhan/jompo, santunan dhuafa dan anak yatim
– Seni & Budaya — pelatihan seni tradisional, festival budaya
– Hukum & HAM — pendirian Pos Bantuan Hukum Desa, bantuan biaya perkara bagi warga kurang mampu, sosialisasi hukum
“Seluruh program dan kegiatan yang kami laksanakan hingga saat ini dibiayai secara swadaya dari anggota. Semua dilakukan tulus untuk membantu masyarakat tanpa memandang suku, agama, ras, maupun golongan,” tambahnya
Red/HJS















