Kabar Journalist

Home / pemerintahan / Sukabumi

Minggu, 4 Juni 2023 - 15:22 WIB

Launching P2RW di Taman Cikondang, Wali Kota Sukabumi Tekankan Penuntasan Kawasan Kumuh dan Rutilahu

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi melaunching Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) tingkat Kecamatan Citamiang dan hibah bagi LPM Kelurahan digelar di Taman Cikondang, Kamis (1/6/2023).

Momen itu menjadi saluran percepatan pembangunan berbasis kebutuhan warga diantaranya penuntasan kawasan kumuh dan perbaikan rumah tidak layak huni. Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Ketua TP PKK Kota Sukabumi Fitri Hayati Fahmi dan Plt Camat Citamiang Rinaldy Adzany.

” P2RW program unggulan dalam kerangka percepatan pembangunan berbasiskan warga, dengan sasaran misalnya penuntasan kawasan kumuh,” ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. Dengan pembangunan dapat menuntaskan rumah tidak layak huni. P2RW juga harus berdasarkan rembug warga.

Jangan sampai pembangunan dibuat tapi masyarakat tidak butuh pembangunan itu, sehingga tidak efektif dan efisien. Di mana, P2RW jadi solusi pembangunan yang diharapkan warga.

Kedua terang Fahmi, P2RW jadi solusi dari keterbatasan anggaran yang dimiliki pemda, kalau pemda seluruhnya dari anggaran pemda sampai ke pelosok sulit rasanya karena keterbatasan anggaran. Dengan launching P2RW ini bagian ikhtiar melakukan perubahan dan perubahan wajah baru Kota Sukabumi.

Baca Juga  Diskominfo Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan Dengan Menggulirkan Inovasi Literasi Statistik Daerah

Fahmi mencontohkan, tahun sebelumnya rata-rata bantuan dari pemprov sebesar Rp 130 sampai 150 miliar dan sekarang bantuan setengahnya hanya Rp 80 miliar. Hal ini karena pemprov mengalami kesulitan di tengah pandemi Selain itu DAK, DAU dan DID dari pemerintah pusat jadi bagian percepatan pembangunan sekarang turun 40 persen.

” P2RW jadi solusi di tengah keterbatasan menghadikan pembangunan berbasis masyarakat,” cetus wali kota. Di mana kata Fahmi, partispasi warga dalam P2RW ada yang 100 persen hingga 300 persen warga memiliki kontrubusi kuat. Sehingga mengucapkan terimakasih kepada RT, RW, LPM dan BKM memberikan dukungan pembangunan. Ia menerangkan P2RW salah satu hal membuat pengentasan kekumuhan.

” Pada 2019 menjabat wali kota luas lahan kumuh ada 139 hektare di Kota Sukabumi dan Alhamdulillah bersyukur hanya tersisa sekitar 5 hekatre dan tuntaskan di tahun ini,” ungkap Fahmi. Salah satunya tuntas dengan intervensi P2RW seperti pembangunan posyandu, masjid, majelis taklim yang sifatnya pemberdayaan.

Baca Juga  Dibantu Warga, Polsek Warudoyong Kota Sukabumi Amankan Terduga Pelaku Pembacok Warga

Awalnya jalan lingkungan tidak baik sekarang jadi indah, karena P2RW jadi salah satu solusi pembangunan berbasis masyarakat. Launching 2023 ini merupakan ikhtiar untuk melakukan perubahan penataan di wilayah kota.

Bersyukur lanjut Fahmi, di tiga tahun 2020, 2021 hingga agustus 2022 yang sulit melakukan pembangunan. Namun di Agustus 2022 melakukan percepatan pembangunan di tengah pandemi. ” Kami pemda mohon maaf apabila target pembangunan ketika direncanakan belum dapat maksimal,” kata Fahmi.

Sebab, fokus pada penanganan kesehatan dan jaring pengaman sosial. Kini lanjut Fahmi, pembangunan mulai bergera salah satunya pembangunan plaza Balai Kota dan Gedung Juang menghadirkan wajah baru kota, dan pembangunan trotoar pedestrian supaya indah wajah baru Kota Sukabumi.

Intinya menghadirkan bahagia maka ruang terbuka publik diperindah. Teurtama dalam menghadapi perfepatan infrastruktur jalan tol Bocimi. Maka harus disambut, wajah baru pedestrian jadi tonggak agar ekonomi warga sukabhmi meningkat. Fahmi menyampaikan 4 proyek strategis di 2023. Salah satunya komitmen pengentasan kawasam kumuh, penuntasan rumah tidak layak huni.

Baca Juga  Lewat Sukabumi Kece, Pemkot Konsisten Lahirkan Wirausaha Muda Baru

Di mana pada 2023 lalu ada 537 unit rumah dituntaskan dan ini peringkat kedua terbanyak se Jabar. ” Komitmen 2023 penuntasan vusi misi RPJMD, sebelum 20 September kami menuntaskan pekerjaan yang masih tersusa memberikan kebahagian dan rasa bangga kepada warga,” ungkap Fahmi.

Sebab, pembangunan menghadirkan rasa bangga dan bahagia kepada warga dan mari jaga pembangunan yang dilaksanakan. Banyak pembangunan seperti P2RW, dan pembangunan lainnya sifatnya infrastruktur ada yang terbengkalai karena tidak dirawat dan berharap mari jaga hasil pembangunan.

” Launching P2RW tolong rencanakan unsur LKK setempat misalnya PKK, kader posyandu libatkan, karena dalam perencanaan yang baik disusun bersama akan menghadirkan kebahagiaan,” imbuh dia. Terimakasih kepada RT RW mari bersinergi menghadirkan Sukabumi kita.

Share :

Baca Juga

Sukabumi

PLN Ajak Masyarakat Lebih Peduli Keselamatan Kelistrikan dengan Lakukan Edukasi K3 Door to Door

Budaya

Cap Go Meh di Kota Sukabumi Semarak dan Didorong Jadi Event Tahunan

pemerintahan

PELUNCURAN INDIKATOR INDEK PENCEGAHAN KORUPSI DAERAH, BUPATI SUKABUMI” KITA HARUS BERPEDOMAN PADA ATURAN”

Sukabumi

Koramil 0607/04 Kota Sukabumi Utara Rekrut 26 Orang Pelajar SMA/SMK Mengikuti “Saka Wira Kartika”

Hukum

Jadi Irup di Sekolah, Polisi di Kota Sukabumi Berikan Penyuluhan Hukum

Hukum

DETEKSI IMBAS GEMPA, KALAPAS WARUNGKIARA DAN JAJARAN LAKSANAKAN KONTROL AREA LAPAS

pemerintahan

Wali Kota Sukabumi Lantik Tujuh Pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dari Bappeda Hingga Dinkes

Sukabumi

Dulu Kumuh dan Tak Terurus, Kini, Lokasi Pokdakan Mina Sauyunan Kadulawang Dijadikan Wisata Edukasi Warga