Kabarjournalist.com – SUKABUMI – Melalui Pekan Olahraga Integrasi Siswa dan Masyarakat (PORISMAS) 2026, olahraga—khususnya bola voli—menjadi bahasa universal yang paling tulus untuk merajut kedekatan erat antara keluarga besar Polri dengan warga masyarakat Sukabumi.
Kegiatan ini akan berlangsung penuh semangat selama dua hari, yakni tanggal 28 hingga 29 Agustus 2026. Tidak hanya sekadar pertandingan biasa, ajang ini dirancang sebagai ruang pertemuan yang hangat, di mana puluhan tim telah bersiap menumpahkan keringat dan sportivitas di lapangan yang akan menjadi saksi persaudaraan.

Antusiasme Melampaui Harapan:
Bukti Masyarakat Merindukan Kedekatan
Ketika masa pendaftaran resmi ditutup, antusiasme warga tercatat sangat luar biasa dan bahkan melampaui target yang disusun penyelenggara. Untuk kategori putri, sebanyak 16 klub telah mengisi kuota penuh sesuai rencana. Sementara itu, pada kategori putra, harapan awal adalah partisipasi 16 tim—namun nyatanya tercatat ada 18 klub yang berminat hadir.
Fakta ini menyampaikan pesan kuat: masyarakat merindukan ruang interaksi yang sehat, kompetisi yang bersahabat, dan persatuan yang tulus.

“Antusiasme ini menunjukkan bahwa masyarakat memang merindukan ruang bertemu, berkompetisi secara sehat, dan bersatu tanpa sekat,” ujar Siswa Rizki Martha Amalia, Kabid Humas siswa SIP Angkatan 56 dari Resimen Parakrama Pradhana.
Lebih dari Sekadar Pertandingan: Misi Membangun Kepercayaan
Dibalik peluit awal yang akan berkumandang dan tepuk tangan penonton, tersimpan makna yang jauh lebih dalam. PORISMAS bukan sekadar ajang adu kemampuan fisik atau mengejar piala semata. Ini adalah wujud nyata bakti kepolisian kepada masyarakat—upaya tulus untuk menghapus jarak serta memupuk rasa saling percaya yang kokoh.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai pelindung dan pengayom, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang sama-sama mencintai olahraga,” ungkap Martha dengan penuh keyakinan. Pesannya sederhana namun berarti: kami satu bangsa, satu tujuan, dan bisa berjalan beriringan melalui persahabatan yang terjalin melalui ajang PORISMAS.
Langkah Cerdas Menemukan Bakat Murni dari Daerah
Salah satu nilai paling berharga dari turnamen ini adalah semangat pemerataan kesempatan. PORISMAS dirancang untuk menjadi ladang emas pencarian bibit atlet muda yang tumbuh subur di akar rumput—di lapangan desa, sudut kelurahan, dan pelosok daerah yang belum banyak tersentuh sorotan.
Aturan yang ditetapkan sangat jelas: atlet yang pernah atau sedang memperkuat tim nasional tidak diperbolehkan mengikuti perlombaan. Tujuannya sungguh mulia: memberikan ruang penuh penghargaan bagi mereka yang berlatih dengan tekun namun belum dikenal luas, sehingga potensi terbaik mereka dapat bersinar dan ditemukan sejak dini.
“Kami ingin menjaring bibit unggul dari bawah, dari akarnya. Siapa tahu dari sini lahir pemain-pemain yang kelak mengharumkan nama bangsa,” tambahnya dengan penuh harap. Ini adalah pelajaran berharga: kemajuan dimulai dari keberanian memberi jalan bagi mereka yang berada di garis depan pembangunan.

Dua Hari Satu Niat: Persaudaraan Melampaui Hasil Akhir
Dalam rentang waktu yang singkat—hanya dua hari—lebih dari 34 tim peserta akan berkumpul. Namun hal terpenting bukanlah siapa yang pulang membawa piala, melainkan bagaimana mereka bersalaman dengan tulus sebelum bertanding, berjuang dengan sportivitas tinggi, dan saling menghargai setelah pertandingan usai. Lapangan voli menjadi saksi bahwa persatuan itu mungkin, terjalin melalui keringat, semangat, dan bahasa persaudaraan yang tak terucap.
PORISMAS 2026 adalah bukti nyata: kedekatan Polri dengan masyarakat bukanlah impian, melainkan kenyataan yang dibangun selangkah demi selangkah—bahkan melalui bola voli yang memantul dengan penuh gairah.
Red/HJS



















Total Users : 99061
Total views : 179371