Kabarjournalist.com – Lapas Kelas II A Warungkiara sudah dicanangkan menjadi salah satu lapas untuk mendukung Ketahanan Pangan selaras dengan Program Asta Cita Presiden dan 13 Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Pencanangan untuk mendukung Ketahanan Pangan ini terdiri dari 16 varian diantaranya:
– Penggemukan Sapi dari PT Karyana
– Beternak Ayam Petelur
– Beternak Ayam Kampung
– Beternak Kambing
– Beternak Bebek
– Menanam Anggur
– Menanam Melon
– Menanam Kacang Panjang
– Menanam Semangka
– Menanam Nanas
– Menanam Terong
– Menanam Causin
– Menanam Pakcoy
– Menanam Jamur
– Menanam Pisang
– Menanam Jambu

Kepala Lapas Kelas II A Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas, menjelaskan bahwa Penanaman berbagai tanaman dan buah-buahan ini sebagai bentuk mendukung Ketahanan Pangan dan hasilnyapun dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Terkait hasil Panen, sebagian dijual ke pasar-pasar terdekat dan masyarakat sekitar. Bahkan pasar yang minta,” jelas Panji kepada Kabarjournalist.com. Kamis, 13/06/2025.
Saat ini menurut Panji, ditambahkan juga penanaman Bengkuang, Timun dan Kacang Panjang serta di bidang perikannya yaitu menanam ikan Lele dan Nila.
Penanaman di Lapas Warungkiara ini dilakukan secara bertahap dan yang terpenting kegiatan untuk Warga Binaan dapat terpenuhi dari segi pola kepribadian maupun pola kemandirian.
“Pola Kepribadian ini diantaranya mengaji, Iqro, belajar, ceramah-ceramah keagamaan, kemudian Pramuka dan kalau untuk kegiatan kemandiriannnya yaitu kegiatan-kegiatan kerja,” ungkapnya.
Menurutnya, para WBP ini juga dididik dan dibina dengan melibatkan Balai Latikan Kerja untuk membuat Keset, membuat Peti, Sablon dan lainnya.
Selain dengan BLK, Lapas Warungkiara berkolaborasi dengan seluruh Instansi terkait untuk meningkatkan kemandirian dan keterampilan Warga Binaan sehingga diharapkan mereka mendapatkan skill disaat keluar, kembali lagi ke keluarga dan masyarakat.
“Dari kegiatan yang dilakukan oleh para Warga Binaan ini, mereka mendapatkan Premi yang diberikan dalam bentuk tabungan sebagai bekal kelak ketika bebas,” pungkasnya
Red/HJS


























