Kabarjournalist.com – Sukabumi
Pemadaman aliran listrik yang dilakukan PLN di titik wilayah Sukabumi dengan alasan pemeliharaan jaringan menimbulkan keluhan dari warga. Gangguan ini dirasakan mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama karena dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, sehingga warga tidak memiliki persiapan.
Berbagai aktivitas menjadi terhambat: mulai dari pengisian daya perangkat elektronik, pemeliharaan akuarium, hingga latihan siswa yang menggunakan perangkat pengeras suara terpaksa ditunda. Dampak paling terasa dirasakan oleh pelaku usaha dan UMKM yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
Dikonfirmasi melalui pesan singkat, petugas PLN Kota Sukabumi membenarkan adanya pemadaman di sejumlah titik. Menurutnya, gangguan ini diperkirakan hanya berlangsung beberapa jam.
“Ya, saat ini terjadi pemadaman listrik, namun kondisinya tidak seperti sebelumnya. Diperkirakan pulih dalam beberapa jam ke depan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” jelas petugas PLN.
Meski berlangsung singkat, pemadaman yang terjadi berulang kali dalam beberapa pekan terakhir berdampak nyata bagi kelangsungan usaha. Salah satunya dialami oleh seorang pedagang air mineral yang telah menjalani usahanya selama 7 tahun ini.
“Selama 7 tahun saya berdagang, baru kali ini mengalami pemadaman yang berulang hingga beberapa kali dalam satu minggu,” ujar seorang penjual Air Galon Isi Ulang, berinisial D yang tak mau disebutkan namany kepada Kabarjournalist.com, Senin (15/6/2026).
Menurutnua, gangguan ini merugikan karena ia tidak dapat mengisi air ke dalam galon sebagai persediaan, sekaligus kehilangan kesempatan melayani pelanggan.
“Tidak semua pelanggan mau menunggu. Sebagian memilih membeli ke tempat lain, sehingga omzet harian pun berkurang. Walaupun jumlahnya sekitar 30–40 galon saja, tapi itu sangat berarti bagi kami pedagang kecil,” keluhnya.
Dengan harga jual Rp5.000 per galon, setiap kali terjadi pemadaman ia kehilangan potensi pendapatan sebesar nilai penjualan 30–40 galon tersebut.
“Alat pengisian air kami menggunakan listrik, jadi saat mati listrik tidak bisa beroperasi. Sebagai masyarakat kecil, kami hanya bisa pasrah saja,” tambahnya lirih.
Deri berharap ke depannya PLN dapat memberikan pemberitahuan lebih awal jika akan melakukan pemadaman, agar pelaku usaha dapat mempersiapkan langkah antisipasi.
“Kalau pelanggan sudah terlanjur beli ke tempat lain, kadang sulit untuk kembali lagi. Mereka butuh pelayanan yang cepat dan ketersediaan barang. Kami pun ingin tetap bisa melayani dengan baik agar mereka puas,” tegasnya.
Ia berharap gangguan seperti ini tidak terulang lagi, agar usahanya tetap berjalan lancar dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga.
Red/HJS























