Kabar Journalist

Home / Nasional

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:27 WIB

Dari Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Bernilai Guna: Lapas Warungkiara Berdayakan WBP Lewat Keterampilan Pertanian

Kabarjournalist.com – Sukabumi – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Warungkiara tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga mengubah limbah menjadi sumber manfaat.

Melalui program pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kandang organik, warga binaan pemasyarakatan (WBP) dilatih keterampilan sekaligus mendapatkan penghasilan, sementara lingkungan tetap terjaga dan hasilnya bermanfaat bagi para petani.

Program ini menjadi bagian dari pemberdayaan yang lebih luas, di mana selain mengolah lahan pertanian di lingkungan lapas, WBP juga dilibatkan dalam siklus pengelolaan limbah ternak yang bernilai ekonomi.

Dalam kunjungan khusus awak media Kabarjournalist.com, Rabu, 24 Juni 2026, Kasi Giatja, Adi didampingi Kasubsi Bimbingan Kerja, Wildan dan Humas Aditya, menjelaskan bagaimana program ini berjalan.

“Pengolahan ini melibatkan langsung para WBP. Mereka tidak hanya dilatih, tapi juga mendapatkan premi sebesar Rp1.000 per karung pupuk yang dihasilkan,” ujar Wildan.

Baca Juga  Semarak Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Warungkiara Gelar Donor Darah

Tujuan utamanya lebih dari sekadar menghasilkan produk. Program ini bertujuan membangkitkan semangat, melatih kemandirian, serta mengasah keterampilan terutama bagi mereka yang memiliki ketertarikan atau latar belakang di bidang pertanian.

 

 

 

 

 

Proses Pembuatan: Bersih, Tidak Berbau, dan Ramah Lingkungan

Pembuatan pupuk kandang di Lapas Warungkiara mengikuti tahapan yang terstruktur agar hasilnya berkualitas tinggi dan aman bagi lingkungan.
Pencampuran Awal

Kotoran sapi dari sekitar 300 ekor ternak yang dikelola lapas dicampur dengan sodas. Bahan ini berfungsi mengurangi bau menyengat sekaligus mencegah pencemaran udara di sekitar lokasi pengolahan.
Proses Pengomposan

Baca Juga  Teken Nota Kesepahaman dengan Kementerian Imipas, Kapolri Harap Sinergisitas Makin Optimal

Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke bak penampungan dan ditambah sekam bakar serta serbuk gergaji kayu. Serbuk gergaji berperan menjaga kelembapan agar pupuk tidak terlalu lembek, sementara sekam bakar membantu proses penguraian secara alami. Semakin lama proses pengomposan berlangsung, semakin matang dan baik kualitas pupuknya.

Hasil yang Terukur

Dari 150 ekor sapi, dalam kurun waktu 2 minggu terkumpul sekitar 5 ton bahan baku. Setelah melalui pengomposan dan pengeringan, beratnya berkurang menjadi sekitar 3–3,5 ton pupuk matang, setara dengan 150–175 karung berukuran 20 kg. Dalam satu bulan, total produksi mencapai sekitar 60 ton, tanpa ada limbah yang terbuang.

Manfaat Ganda: Bagi WBP, Lingkungan, dan Petani

Program ini memberikan dampak yang meluas:

– Bagi WBP: Mendapatkan keterampilan yang bisa diterapkan kembali setelah bebas, serta penghasilan tambahan yang mendorong rasa tanggung jawab.

Baca Juga  Lapas Kelas IIA Warungkiara Ikuti Rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Salurkan Bantuan Sosial bagi Masyarakat

– Bagi Lingkungan: Mengurangi tumpukan limbah ternak dan meminimalkan polusi bau serta pencemaran tanah.

– Bagi Masyarakat: Petani di sekitar Warungkiara dapat membeli pupuk kandang ini dengan harga yang terjangkau dan kualitas terjamin, cukup dengan menghubungi petugas Lapas Kelas II A Warungkiara.

Melalui inovasi ini, Lapas Warungkiara membuktikan bahwa pembinaan tidak harus berhenti di dalam tembok. Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara cerdas, limbah bisa berubah menjadi nilai guna, keterampilan tumbuh, dan harapan baru terbuka bagi para warga binaan untuk masa depan yang lebih baik.

Red/HJS

Share :

Baca Juga

Bisnis

HUT ke-61 Lemhanas RI, Dimeriahkan dengan Lomba Lari, Gerakan Pangan Murah maupun UMKM

Nasional

How to Stay Hydrated Like a Pro All Summer

Nasional

Kalapas Warungkiara Jadi Narasumber dalam Rakor Perlindungan Pamong/Wali Napiter

Jawa Barat

Bertekad Tingkatkan Prestasi Olahraga , Pengurus Mapi Subregional Sukabumi Masuk Bursa Calon Ketua Koni

Jawa Barat

Buka Rakernas Penurunan Stunting, Presiden: SDM Unggul Kunci Daya Saing Bangsa

Nasional

Miliki Sabu, Remaja Sukabumi Diamankan Polisi

Infrastruktur

Yonif 310 KK Cikembar Bantu Warga Terdampak Gempa Cianjur , Bangun MCK dan Perbaiki Mushola Darurat

Nasional

Tingkatkan Kapasitas Infrastruktur Jaringan, Indosat Ooredoo Hutchison Siap Dukung Perayaan HUT ke-79 Republik Indonesia di IKN