Kabarjournalist.com – Di sudut Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, terdapat bukti nyata bahwa kepedulian warga seringkali bergerak lebih dulu daripada janji dan anggaran. Selama tujuh tahun berturut-turut, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Sauyunan Kadulawang terus mewujudkan seruan pemerintah untuk merawat lingkungan dan memberdayakan wilayah, sepenuhnya atas semangat dan swadaya sendiri.

Pemerintah kerap menghimbau agar masyarakat ikut menjaga dan merawat lingkungannya. Namun saat seruan itu dijalankan dengan konsisten selama bertahun-tahun, apresiasi dan dukungan berkelanjutan belum tentu hadir. Demikian pula yang dialami pengurus dan anggota Pokdakan Mina Sauyunan. Tanpa alokasi anggaran rutin dari Pemerintah Daerah, mereka tetap tak surut langkahnya merawat kawasan tersebut agar tetap asri, bersih, dan bermanfaat bagi semua orang.
Lebih dari Sekadar Kolam Budidaya
Kini kawasan itu bukan sekadar tempat membudidayakan ikan. Berkat kreativitas dan kerja keras bersama, pinggiran kolam tertata rapi dengan berbagai tanaman sayuran dan tanaman palawija. Di sela-sela ruang terbuka ditanami beragam pohon buah. Hasilnya dapat dimanfaatkan warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjaga udara tetap segar dan pemandangan tetap menyejukkan mata.
Beberapa gazebo pun dibangun dengan sederhana namun fungsional. Tempat itu kini menjadi ruang istirahat, tempat berkumpul, hingga ruang belajar bersama. Warga maupun pengunjung yang datang dapat menikmati suasana sejuk, udara bersih, serta keindahan lingkungan yang dirawat dengan penuh kasih sayang , sebuah pelajaran berharga bahwa lingkungan yang terawat tak hanya menyenangkan dipandang, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi kehidupan dan penghidupan warga di sekitarnya.
Edukasi: Kepedulian Tak Selalu Menunggu Bantuan
Selama tujuh tahun perjuangannya, nama Pokdakan Mina Sauyunan telah dikenal luas, bahkan dikunjungi dan diapresiasi jajaran pimpinan daerah serta dibicarakan di berbagai media daring maupun media sosial. Pengakuan itu membuktikan: kerja tulus warga yang peduli lingkungan pada akhirnya akan bersinar terang.

Kisah ini menyampaikan pesan mendalam kepada kita semua: kesadaran menjaga lingkungan sebaiknya tidak menunggu tersedianya anggaran atau perintah resmi. Sesungguhnya, merawat lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Setiap pohon yang tumbuh, setiap tanaman yang bermanfaat, setiap jengkal tanah yang dijaga kebersihannya — adalah bentuk kontribusi nyata warga untuk masa depan wilayahnya.
Oleh karena itu, sinergi dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemangku kebijakan, sangatlah dibutuhkan. Kepedulian warga yang sudah terbukti tujuh tahun ini patut didukung dengan penghargaan, dorongan moril, maupun bantuan materil yang berkelanjutan. Agar semangat mereka tak sekadar menjadi inspirasi semata, melainkan terus tumbuh dan berkembang sehingga semakin banyak wilayah yang terawat, semakin banyak warga yang sejahtera, dan lingkungan kita pun tetap lestari.
Red/HJS























