Kabarjournalist.com – SUKABUMI – Suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh keakraban terasa begitu kental saat keluarga besar Pengurus Cabang (PC) 10.24 Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Kota Sukabumi menggelar acara Halalbihalal sekaligus temu kangen.
Kegiatan yang berlangsung santai namun bermakna ini dilaksanakan di GOR pribadi milik Bendahara Umum GM FKPPI Kota Sukabumi, Neneng Salmiah, didampingi oleh suaminya, Hikmat Nuristawan atau yang akrab disapa Papih Sogong, yang bertindak selaku tuan rumah pada Sabtu (11/4/2026).
Ketua PC 10.24 GM FKPPI Kota Sukabumi, Deni Ramdani, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan momentum untuk mempererat ikatan emosional antar-anggota. Menurutnya, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya dilihat dari program kerja, tetapi juga dari kedalaman rasa persaudaraan di antara para kadernya.
“Hari ini kita berkumpul bukan sebagai rekan organisasi semata, melainkan sebagai saudara satu darah dan satu rasa. Pertemuan ini adalah momentum untuk merekatkan kembali kerenggangan, memperkuat soliditas, dan memastikan bahwa GM FKPPI Kota Sukabumi tetap satu barisan yang harmonis,” ujar Deni Ramdani.

Suasana semakin akrab saat seluruh pengurus dan anggota duduk bersama menikmati hidangan yang telah disediakan. Momen makan bersama ini menjadi simbol kesetaraan, di mana tidak ada sekat jabatan, hanya ada rasa kebersamaan yang mendalam.
Deni juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada keluarga besar Papih Sogong dan Ibu Neneng Salmiah yang telah membuka rumah dan hati untuk menyelenggarakan acara ini. Lokasi yang privat dinilai membuat suasana menjadi lebih intim dan hangat.
“Di tempat yang penuh rasa kekeluargaan ini, sambil menikmati hidangan bersama, kita kembali menyatukan visi. Kita ingin menunjukkan bahwa soliditas kami bukan sekadar slogan, tapi nyata dalam kebersamaan seperti yang kita lihat hari ini,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, PC 10.24 GM FKPPI berharap energi positif dan keharmonisan yang tercipta dapat menjadi modal utama dalam menjalankan pengabdian organisasi di tengah masyarakat Sukabumi ke depannya. Acara ditutup dengan doa bersama dan jabat tangan erat sebagai simbol persaudaraan yang kokoh.























