Kabarjournalist.com – Sukabumi- Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 yang dipaksakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, hari ini, 9/04/2026, di Kantor PWI Kabupaten Sukabumi Jalan Wartawan, Komplek GOR, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi dihadiri Forkopimda dan Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Sukabumi serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor UMMI Sukabumi, Assoc. Prof. Dr. Reny Sukmawani M.P., mengatakan, bahwa tugas Pers tentu saja memastikan kebenaran, menjaga keadilan dan yang paling penting itu adalah menghindari fitnah.
“Saya yakin nilai-nilai ini bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga menjaga kehormatan bukan hanya menggambarkan peristiwa, tapi juga merawat kemanusiaan dengan dasar nilai-nilai keislaman,”
Lebih lanjut, Reny menerangkan, bahwasannya di setiap berita yang dibaca ada kerja keras jurnalis yang tidak mengenal waktu, langkah yang menembus hujan di tengah misi, dan ada keberanian diantara tekanan.
“Namun, seringkali kita lupa bahwa dibalik profesi ini ada manusia yang memiliki keluarga yang menyimpan lelah, dan juga memiliki harapan,” ujarnya.
Di moment Hari Pers Nasional, kata Reny, tidak hanya merayakan profesinya tapi juga menghormati, mengapresiasi kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas.
”Saya bangga UMMI sebagai mitra strategis yang turut mencerdaskan kehidupan bangsa, kami memiliki visi yang sejalan dengan Pers ini, yaitu menghadirkan pengetahuan membangun literasi serta menumbuhkan kesadaran kritis di tengah masyarakat,” sambungnya.
Reni juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas peran Pers, khususnya sebagai Mitra strategis kampus UMMI.
“Mudah-mudahan kerjasama ini, Insyaallah akan terus kita lanjutkan dan kami senantiasa membuka ruang kolaborasi menumbuhkan gagasan, menyebarluaskan informasi dan sukses menghadirkan inovasi yang menjadi harapan bersama, dan dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” imbuhnya.
Di penghujung sambutan, Reny menuturkan, “Teruslah menjadi cahaya di tengah derasnya arus informasi, terus menjadi Mitra pembangunan yang kritis, konsumtif, terintegrasi, kolaborasi nyata membangun bangsa,” pungkasnya.























