Kabar Journalist

Home / Hukum / Peristiwa / Sukabumi / TNI/POLRI

Selasa, 11 Juli 2023 - 11:52 WIB

Hasil Autopsi Penyebab Meninggalnya Seorang Anak Diduga Akibat Kekerasan, Tim Dokter Forensik Berikan Penjelasan !!

Kabarjournalist.com – Meninggalnya seorang anak (MH), siswa kelas 2 SD yang diduga karena penganiayaan oleh kakak kelasnya ini, Polres Sukabumi Kota melaksanakan Ekshumasi kuburan korban untuk dilakukan Autopsi.

Pelaksanaan Autopsi oleh Tim Dokter Forensik dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

” Perkembangan dari penyelidikan terkait laporan polisi tentang penganiayaan anak dibawah umur sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 76 C juncto pasal 80 ayat 3 UU RI tahun 2014 tentang perlindungan anak dan pasal 170 atau pasal 351 KUHP Pidana,” ujar Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo kepada Insan Pers saat Press Conferencenya, di Mapolres Sukabumi Kota. Senin, 10/07/2023, pukul 20.30 malam.

Dari laporan ini ,Kapolres sangat mengatensi dan akan mengusut tuntas perkara tersebut dengan segera melakukan proses pemeriksaan saksi -saksi secara marathon.

“Hingga saat ini kami sudah memeriksa 20 saksi , dimana 4 saksi dari keluarga korban , 11 saksi dari sekolah dan teman sekolah korban, kemudian 6 orang saksi dari Rumah Sakit dan juga dari Puskesmas,” ungkapnya.

Baca Juga  SK Kepengurusan Ormas KBPPPolri Resor Sukabumi Tahun 2023-2028 Diterbitkan !!

Namun menurutnya, setelah dilakukan pemeriksaan kepada para saksi ini, ada perbedaan fakta disaat melaksanakan Olah TKP.

Sehingga dengan hal ini, pihaknya melibatkan Ahli dari Pschology Anak untuk mendampingi terkait dalam pemeriksaan anak dan saat Olah TKP.

“Selain itu, kami telah melaksanakan gelar perkara di Ditreskrimum Mapolda Jabar ,tanggal 24 Mei dan 6 Juli kemarin. Kita sudah menyampaikan terkait fakta-fakta daripada pemeriksaan kita dalam penyelidikan terhadap dugaan perkara Tindak Pidana ini,” ucapnya.

Kemudian, Dokter Forensik RSUD Syamsudin SH, dr. Nurul Aida Fathia, memberikan penjelasannya terkait hasil pemeriksaan terhadap korban yang meninggal diduga karena penganiayaan.

“Pemeriksaan yang dilakukan setelah di Ekshumasi atau gali kubur atas korban dan saat itu sudah membusuk lanjut karena sudah cukup lama karena sudah lebih dari 1 Minggu, kurang lebih 11 hari ,pasca dikuburkan,” ujar dr. Nurul Aida Fathia kepada Awak Media.

Baca Juga  Polres Sukabumi Kota Amankan Kegiatan Pelantikan 71 Kades Terpilih Periode 2023-2029

Menurut keterangannya, kondisi saat diperiksa ,apa adanya,dan ditemukan ada luka yang pada korban namun luka tersebut adalah akibat tindakan medis.

“Memang ada ,namun luka tersebut merupakan akibat dari tindakan medis,jadi yang ditemukan di punggung tangan dan pergelangan tangan itu juga ada, lengan bawah dan beberapa di lengan atas dan memar ,itu bisa diakibatkan karena tindakan medis,” jelasnya.

Untuk sebab dari kematiannya ini, Ia telah mengkonfirmasi dan diambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Dari hasil pemeriksaan tersebut menurutnya tidak ada ditemukan ada tanda kekerasan dan hal ini dapat terlihat dari hasil Laboratorium , karena tidak ada pendarahan disana.

“Kemudian di cek juga organ-organ dalam, karena kondisinya sudah membusuk,itu hanya ditemukan di paru-paru,itu ada kondisi memang yang tidak bisa menyingkirkan penyakit,jadi memang ada kondisinya, gangguan pada paru-parunya, atau gangguan nafasnya. Nanti ini bisa dikonfirmasi oleh dokter dari Hermina disaat korban masuk, kondisinya seperti apa,” ungkapnya.

Baca Juga  Keluarga Besar Tubagus Mochamad Hasbulloh Gelar "Tepang Sono" di Alam Wisata Cimahi , Bandung.

Jadi untuk sebab kematiannya ini mengarah pada penyakit, trauma yang ditemukan atau tanda-tanda luka yang ditemukan tidak menyebabkan kematian karena yang ditemukan hanya di lengan dan menurutnya bahwa di lengan tersebut tidak ada organ vital.

Walaupun luka yang dialami oleh korban ini diketahui disaat masih hidup, namun hal tersebut menurut keterangan dokter forensik ini, dari lokasi permukaan dan korelasinya sesuai dengan perawatan medis.

“Saat pemeriksaan , kita tidak menemukan kecurigaan lain ,ada luka atau tidak di luar dari situ, di kepala,di wajah ,itu tidak ada sama sekali,” terangnya.

Dari kesimpulan hasil Autopsi oleh Tim Forensik menyatakan bahwa kematian dari korban mengarah karena penyakit.

” Betul, jadi mengarahnya ke penyakit,karena yang kita temukan di organ dalamnya pun itu mengarah ke penyakit, yang nanti ujungnya menyebabkan ia kekurangan oksigen atau mati lemas, gitu,” tegasnya.

Red/ Jo

Share :

Baca Juga

Sukabumi

Pasang Puluhan Spanduk, Polres Sukabumi Kota Sosialisasikan Ops Keselamatan Lodaya 2024

Infrastruktur

Komunitas Motor Salurkan Bantuan LogistikĀ  ke Pelosok Lokasi Bencana Gempa Cianjur

Sukabumi

Yose Dwioctha Mahaputera Terpilih Menjadi Ketua PTMSI Pengcab Kota Sukabumi Periode 2025-2029

Sukabumi

Ketua KBPP Polri Resor Sukabumi Hadiri Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Lodaya 2023

Politik

Ketua TKD Kota Sukabumi ” Prabowo – Gibran, H. Dedi R.Wijaya, Nobar Debat Cawapres 2023

Hukum

Isu Penculikan Anak, Kapolres Sukabumi Minta Para Kapolsek Respon Cepat Fakta Dilapangan.

Politik

Teh Rita ,Bacaleg DPR RI Jabar 4, Kirim Bantuan Pompa Sedot Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Infrastruktur

Yonif 310 KK Cikembar Bantu Warga Desa Cikancana Berikan Pengobatan , Tenda dan Perbaiki Jaringan Listrik.