Kabarjournalist.com – Sukabumi – Semangat pengabdian dan harapan baru berkumandang di Lapang Soetadi Ronodipuro, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (Setukpa) Lemdiklat Polri. Pada Kamis, 25 Juni 2026, berlangsung secara khidmat Upacara Pembukaan Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-56 Tahun Anggaran 2026, yang secara resmi dibuka oleh Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si.
Sebanyak 1.106 peserta didik berkumpul dalam barisan yang rapi, siap mengikuti rangkaian pendidikan yang akan membentuk mereka menjadi kader perwira pertama Polri yang tangguh.

Upacara ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Kasetukpa Lemdiklat Polri Brigjen Pol Dirin, S.I.K., M.H., Wakasetukpa Kombes Pol Satria Yusada, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo, Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf Beny Syafri, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi Siti Holijah Harahap, S.H., M.H., dan tamu undangan lainnya.
Pendidikan Sebagai Tonggak Transformasi Polri
Dalam amanatnya, Kalemdiklat Polri menegaskan bahwa pendidikan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis menjawab tantangan zaman dan mewujudkan transformasi Polri yang lebih baik.
“Pendidikan ini adalah wujud nyata dari kebijakan utama Kapolri bernama Presisi. Salah satu intinya adalah memperkuat sumber daya manusia agar mampu memberikan pelayanan prima dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Komjen Pol Panca Putra.
Ia menjelaskan bahwa kurikulum dan materi pengajaran terus disempurnakan agar sesuai dengan kebutuhan masa kini. Lulusan SIP diharapkan menjadi perwira pertama yang berperan sebagai pengawas tingkat pertama: mampu memimpin, memiliki jiwa kebangsaan yang kuat, serta menjunjung tinggi integritas tanpa kompromi.
“Kepada para pengajar, berikanlah ilmu yang tidak hanya soal keterampilan teknis, tapi juga nilai-nilai pemolisian berbasis masyarakat. Tanamkan cara kerja yang modern, adil, dan berorientasi pada kepentingan publik,” tegasnya.

Pesan khusus disampaikan kepada jajaran pimpinan sekolah agar menjalankan proses pendidikan dengan jujur, bersih, dan penuh tanggung jawab.
“Keteladanan Bapak Ibu sekalian adalah kunci utama membentuk karakter para siswa,” tambahnya.
Semangat dan Ketekunan dari Calon Perwira
Di balik barisan yang rapi, tersimpan kisah semangat dan ketekunan dari para peserta. Salah satunya adalah I Dewa Ayu Oka Restu Cahyaning, perwakilan siswa dari Polda Bali. Ia mengaku sangat bersyukur bisa lolos seleksi, bahkan setelah sempat gagal pada percobaan pertama.
“Saya mendaftar dua kali. Kesempatan pertama belum berhasil, namun pada pendaftaran kedua saya mendapatkan peringkat pertama di tingkat Polda Bali dan akhirnya diterima. Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Mewakili seluruh siswa, ia menyampaikan janji setia untuk mengikuti pendidikan dengan sungguh-sungguh.
“Kami bertekad belajar sebaik mungkin, membentuk diri menjadi perwira yang berjiwa pengabdian, menjunjung tinggi integritas, dan siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” pungkasnya.
Dengan dibukanya pendidikan ini, Setukpa Lemdiklat Polri kembali melahirkan harapan baru. Melalui proses pembinaan yang terstruktur dan berkarakter, diharapkan Angkatan ke-56 ini kelak menjadi kader yang mampu membawa Polri semakin dekat dengan masyarakat, menjawab kepercayaan publik, dan mewujudkan amanah pengabdian yang sesungguhnya.
Red/HJS























