Kabarjournalist.com – Ketua PSMTI Kota Sukabumi, Tan Wijaya bersama jajaran pengurus menyambangi wilayah di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi yang terdampak bencana alam pergeseran tanah dan longsor di beberapa titik lokasi.
“Kami menyambangi wilayah yang terdampak bencana alam di beberapa titik lokasi diantaranya di Desa Nyalindung ini dan langsung meninjau lokasi longsoran dan pergerakan tanah sekaligus memberikan bantuan sembako untuk warga terdampak,” ucap Ketua PSMTI Kota Sukabumi, Tan Wijaya kepada Kabarjournalist.com

Tan, mengatakan bahwa dengan bencana yang dialami daerah ini telah membuat keprihatinan bagi warga dan harus mengungsi ke lokasi aman dan disediakan petugas.
“Kami sangat prihatin dengan keadaan yang dialami oleh warga terdampak dari bencana alam ini dan hari ini, kami ikut membantu menyalurkan bantuan berupa sembako kepada mereka melalui Posko Bencana dan sekaligus melihat kondisi titik-titik bencana di wilayah ini,” jelasnya.

Walaupun dengan kondisi jalan yang curam, licin dan menanjak namun tidak menyurutkan Tim dari PSMTI ini untuk melihat secara langsung lokasi-lokasi bencana alam dari pergerakan tanah tersebut.
“Semoga apa yang sudah kita lakukan dapat membantu warga yang terdampak dan semoga bencana alam ini cepat berlalu, agar warga bisa tenang kembali untuk beraktifitas seperti biasa,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nyalindung menjelaskan bahwa bencana alam dari pergerakan tanah ini dijelaskan ada 70 unit rumah yang terdampak dan 76 KK.
“Di desa Nyalindung ini yang terdampak ada sekitar 70 unit rumah dan 76 KK yang tersebar di beberapa wilayah yang kebetulan ada kamp pengungsian itu di Kampung Pasanggrahan RT.01/01,” ucap Kepala Desa Nyalindung, Asep Has atau seringkali dipanggil Bang Has. Selasa. 17/12/2024.
Menurutnya ada 24 KK yang mengungsi di salah satu Madrasah dan yang lainnya mengungsi secara mandiri baik ke kerabat maupun ke sanak keluarganya.

Bang Has, mengatakan bahwa untuk kebutuhan warganya yang terdampak saat ini yaitu berupa Sembako dan relokasi.
“Kebutuhan saat ini selain Sembako, Kami dari Pemdes berharap untuk disegerakan mungkin dilakukan relokasi terkait lahannya terjadi pergerakan tanah,” ujarnya.
Walaupun hal ini harus menunggu kajian teknis dari Geologi, namun bila dilihat dari kasat mata terlihat tanah dan lahan warga sudah hancur akibat bencana alam ini.
Red/HJS

























