Kabar Journalist

Home / sosial / Sukabumi

Rabu, 25 Desember 2024 - 07:53 WIB

KCD Wilayah V Sukabumi “Ada 25 Sekolah di Kota dan Kabupaten Sukabumi Terdampak Bencana Alam

Kabarjournalist.com – Bencana hidromoteorologi yang terjadi di Sukabumi menyisakan banyak dampak bagi masyarakat. Tak terkecuali bangunan sekolah, para tenaga pengajar dan siswa.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Sukabumi, Lima Faudiamar menyebut, hingga saat ini terdapat 25 sekolah di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi terdampak yang meliputi SMA, SMK, dan SLB.

Jenis kerusakan di bangunan sekolah pun bervariasi mulai dari atap yang roboh, tembok yang retak, hingga rusak akibat pergeseran tanah. Bahkan dua sekolah diantaranya harus direlokasi. Selain itu peralatan di sekolah pun tak luput dari bencana.

“Pertama kita sudah inventarisir kerusakan alat. Yang paling parah memang di SMK Tegalbuleud, disana sampai ruang praktek komputer itu terendam, biasanya ga pernah terendam,” katanya.

“Kemudian ada alat praktek untuk teknik kerja mesin itu kerendam harganya kalau gak salah sekitar 70 Juta Rupiah , jadi kita belum bisa men total semua karena sekarang masih naik airnya terus surut jadi kita sedang mengevakuasi dan menginventarisir,” lanjutnya.

Baca Juga  Surat Edaran Disdik Jabar Terkait Percepatan Penyerahan Ijazah, Ketua FKKS SMK Swasta Kota Sukabumi "Kami Gelisah"

Adapun sekolah yang harus direlokasi berada di Kecamatan Tegalbuleud dan Ciemas. Hal itu dikarenakan kondisi sekolah saat ini mengalami kerusakan cukup parah dan lokasinya yang rawan terkena bencana susulan.

“Rencana itu ada dua, yang pertama SMAN 1 Ciemas itu prioritas, kemudian SMKN 1 Tegalbuleud. Untuk prioritas tapi Ciemas. Saya sudah bilang untuk relokasi jauh sebelum bencana itu memang harus relokasi. Tapi kita mencari dulu lokasi yang tepat jangan sampai kita merelokasi akhirnya kenal lagi,” ucapnya.

Saat ini pihaknya masih mencari lokasi yang tepat untuk relokasi dua sekolah itu agar kejadian serupa tidak terjadi lagi yang dapat membahayakan para guru dan siswa.

“Kita rencana memang di lokasi A ternyata pas kemarin banjirnya besar. Kalau kemarin kita terburu-buru pindah sama saja. Saat ini masih mapping jadi kita gabisa satu titik harus relokasi segera karena takutnya berulang kembali jadi mubazir,” kata Lima.

Baca Juga  SMKN 4 Kota Sukabumi Raih Prestasi Lomba Kompetensi Siswa Nasional Tahun 2025

“Kita lihat kembali sekolah-sekolah yang aman baik dari transportasinya juga terpenuhi, keselamatan baik guru, siswa, dan bangunan,” tambahnya.

Lima beserta jajarannya juga sudah mengkonfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk melakukan perbaikan terhadap bangunan sekolah yang rusak. Rencananya akan ada bantuan perbaikan melalui dan Bantuan Tidak Terduga (BTT).

“Pertama kami sudah memfoto dulu, kemudian kronologi, kita sudah ajukan ke perencanaan di Dinas Pendidikan memakai konsep BTT itu adalah bantuan tidak terduga,” kata Lima.

“Jadi kita sudah laporkan dan sudah diproses di bagian perencanaan Dinas Pendidikan dan itu juga saya sudah laporkan ke Pak Plh Kadis apa saja kerusakan yang dialami oleh sekolah yang terdampak bencana,” tandasnya.

Selain bangunan sekolah yang rusak, Lima mengkonfirmasi ada ratusan siswa dan para guru yang terdampak bencana.

“Untuk jumlah siswanya perhari ini kita baru dapatkan sekitar 626 siswa dan ini diperkirakan naik terus,” ujarnya.

Baca Juga  Kepala KCD Wilayah V Propinsi Jawa Barat, "Tidak ada PKL" di SMKN 1 Gunungguruh Kabupaten Sukabumi

Pihaknya masih menunggu kemungkinan adanya tambahan siswa atau guru yang terdampak yang saat ini masih terkendala beberapa hal seperti komunikasi yang masih terbatas.

“Pertama adalah sinyal karena kita sulit menghubungi sekali ketika di satu daerah sudah terisolir, mati lampu dan lain-lain itu otomatis sinyalnya mati,” katanya,

“Kemudian ketika para guru mencari ke lokasi tersebut mereka sudah pindah entah itu ke penampungan mana, itu yang sulit terdeteks apalagi ini sudah masuk libur jadi ini tidak terdeteks,” tukasnya.

Kendati demikian Lima mengatakan saat ini para guru tengah berusaha untuk kembali mendata siswa yang terdampak bencana.

“Sekarang juga instruksi guru tidak libur agar men-trace siswa anak didiknya terutama wali kelas jadi men-trace anak didiknya ada dimana posisinya dan posisi keadaan aman atau tidak,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Hukum

DUKUNG GEMA ANTI NARKOBA, 1000 WARGA BINAAN LAPAS WARUNGKIARA NYANYIKAN MARS BNN SECARA SEREMPAK

Sukabumi

Kasdam III/ Siliwangi Resmi Tutup TMMD ke119 Kodim 0607/Kota Sukabumi.

sosial

Kapolres Sukabumi Sukabumi Berjibaku Bersihkan Material Lumpur Akibat Bencana Banjir dan Longsor di Palabuhanratu Sukabumi

Sukabumi

Dua Narapidana Lapas Kelas IIA Warungkiara Terima Amnesti dari Presiden Prabowo

Hukum

DPP GAPURA RI Buat Lapdu Terkait Dugaan Kasus TPPU Mantan Ketua DPRD Jabar ke KPK RI

Jawa Barat

Hari Pertama, Kejurnas Bandung Taekwondo Open, Atlit Taekwondo Elite Kingdom Kota Sukabumi Rebut 4 Medali Emas

Sukabumi

Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas II A Warungkiara Gelar Pencoblosan di Pilkada Tahun 2024

Sukabumi

Kalapas Warungkiara Terima Penghargaan Predikat 1 untuk Penguatan Ketahanan Pangan