Kabar Journalist

Home / Jawa Barat / pemerintahan / Pendidikan / sosial / Sukabumi

Jumat, 25 Oktober 2024 - 19:37 WIB

Kepala KCD Wilayah V Propinsi Jawa Barat, “Tidak ada PKL” di SMKN 1 Gunungguruh Kabupaten Sukabumi

Kabarjournalist.com – Imbas dari Unjuk Rasa yang dilakukan oleh puluhan siswa SMKN 1 Gunungguruh pada waktu lalu, Selasa (22/10/2024) dan sempat viral di Media Sosial ini memberikan dampak yang cukup signifikan kepada nama baik maupun program yang telah dibuat oleh pihak Sekolah.

Pasalnya, kejadian tersebut membuat pihak Sekolah harus memberikan klarifikasi dan menjelaskan apa yang terjadi di SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi kepada Awak Media, Penegak hukum maupun kepada masyarakat.

Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah V Propinsi Jawa Barat, Lima Faudiamar, didampingi Kepala Sekolah SMKN 1 Gunungguruh, Ai Sumarni, dan Ketua FKKS SMKN Kota Sukabumi,Helda, mengatakan bahwa kejadian tersebut telah berdampak buruk dan tercorengnya nama baik sekolah SMKN 1 Gunungguruh di masyarakat.

“Dengan Demonstrasi yang dilakukan pada Selasa, 22 Oktober 2024 lalu, di SMKN 1 Gunungguruh oleh sejumlah pelajar dan viral di media sosial Tiktok, Facebook ,kami mencoba untuk meluruskan permasalahan tersebut,” ucap Kepala KCD Wilayah V Propinsi Jawa Barat, Lima kepada Awak Media di acara Press Conference yang dilaksanakan di Aula Rapat Gedung KCD Wilayah V Propinsi Jawa Barat, Jalan Raya Selabintana, Kabupaten Sukabumi. Jumat, 25/10/2024.

Baca Juga  Sidak Pasar, Satgas Pangan Polres Sukabumi Kota dan Metrologi Legal Cek Produk 'Minyak Kita'

Dikatakannya, usai melaksanakan kegiatan upacara menyambut Hari Santri di Lapangan SMKN 1 Gunungguruh, sejumlah siswa melakukan demonstrasi dan mempertanyakan beberapa hal terkait anggaran serta hal lainnya.

“Tuntutan mereka ini mempertanyakan terkait Dana yang bersumber dari bantuan pemerintah yaitu Dana Bos, SMK PK dan sumbangan dari Komite atau orang tua murid yang mana penggunaannya seperti apa,” terangnya.

Kemudian dugaan adanya penyalahgunaan keuangan oleh Kepala Sekolah, Guru atau Tenaga Kependidikan yang disinyalir disalahgunakan untuk memperkaya diri sendiri yang bersumber dari bantuan pemerintah dan sumbangan dari orang tua murid yang dikumpulkan oleh Komite.

Baca Juga  Pj. Walikota Sukabumi Temui Perwakilan Forum Pendidikan Kota Sukabumi Beraudensi

Apa yang menjadi tuntutan para Siswa yang melakukan Demonstrasi ini, Kepala Sekolah sudah menjelaskan terkait sumber anggaran maupun pengeluaran yang telah diduga disalahgunakan tersebut.

“Pada hari itu juga sudah diterangkan kepada para siswa yang dihadiri oleh perwakilan siswa kelas X, XI dan XII dan sudah dijelaskan bahwa penggunaan Bos ,OPD,SMK PK dan Dana Sumbangan itu sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta sudah dijelaskan juga secara transparan,” ungkapnya.

Terkait belum selesainya pembangunan mesjid yang dipertanyakan oleh para siswa ?

“Sudah dijelaskan juga terkait pembangunan mesjid ini belum selesai, karena kalau kita meminta kembali ke Komite Sekolah, itu akan menambah masalah. Dengan begitu, akhirnya pembangunan mesjid ini berdasarkan hasil kencleng yang ada di mesjid,” terangnya.

Baca Juga  Kasi UPTD WS Cisareno ;"Analisa kami Sedimen Sungai Cisuda akan dipapas dan mengusulkan pembuatan tanggul 1 satu kilometer"

Selanjutnya biaya PKL sebesar 1,5 juta per siswa yang dianggap memberatkan mereka dijelaskan juga bahwa sebenarnya biaya tersebut untuk kebutuhan PKL siswa tersebut.

Dengan keberatan siswa terkait biaya untuk PKL ini, akhirnya KCD Wilayah V Propinsi Jawa Barat memutuskan kegiatan PKL Siswa di SMKN 1 Gunungguruh ditiadakan sesuai dengan apa yang menjadi tuntutan siswa.

“Apa yang menjadi tuntutan siswa, sudah dijelaskan semua dan untuk tuntutan PKL pun kita ikuti kemauan mereka, tidak ada PKL dan bila dipaksakan maka nantinya akan ada biaya tambahan lagi dan itu memberatkan mereka oleh karena itu, Tidak ada PKL,” pungkasnya.

Red/HJS

Share :

Baca Juga

pemerintahan

Walikota Sukabumi Hadiri Pemberian Remisi di Lapas Kelas II B Sukabumi

Infrastruktur

Ruas Jalan Pabuaran – Bojonghaur Diperbaiki

Jawa Barat

Kontingen Pramuka Gagal dilepas di Gedung Negara

Jawa Barat

Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi “Pagar Digital” Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

pemerintahan

Kars Survey Penilaian Akreditasi Blud Rumah Sakit Umum Daerah Palabuhanratu

Bisnis

Panitia Camper Van Indonesia [CVI] Keresidenan Bogor Sambangi Pendopo. Temui Bupati Sukabumi

pemerintahan

Gedung PLHUT Kementerian Agama Kota Sukabumi Diresmikan Stafsus Menteri Agama RI.

Sukabumi

Guna Mengakhiri Dualisme Kepengurusan, PWI Provinsi Jawa Barat Mendesak Digelarnya Kongres Percepatan