Kabarjournalist.com – SUKABUMI – Semangat yang membara seolah tak pernah padam di hati para pengurus dan anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Sauyunan Kadulawang, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Selama tujuh tahun lamanya, mereka membuktikan bahwa kekompakan dan ketulusan mampu menjadi benteng pertahanan, meski bertubi-tubi dihampiri berbagai hambatan dan tantangan usaha.
Selain kekompakan dan rasa memiliki yang kuat, Pokdakan yang merupakan binaan dari DKP3 Kota Sukabumi ini terus berupaya untuk terus eksis.
Bagi mereka, Pokdakan bukan sekadar wadah mencari rezeki, melainkan rumah kedua tempat silaturahmi dan bukti kepedulian warga terhadap lingkungan tempat tinggal. Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, mereka merawat wilayah tersebut agar tetap bersih, aman, dan nyaman, sekaligus berjuang mewujudkan kesejahteraan bersama.
Inovasi di Tengah Tantangan Ekonomi
Perjalanan mereka tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terberat yang dihadapi saat ini adalah lonjakan harga pakan ikan yang tidak seimbang dengan harga jual hasil panen. Kondisi ini seringkali membuat target kesejahteraan terasa masih jauh dari harapan.

Namun, menyerah bukanlah pilihan. Daripada hanya berfokus pada masalah, mereka justru berinovasi. Mereka menyadari bahwa untuk tetap eksis, diperlukan langkah kreatif yang melibatkan peran serta masyarakat luas dan dukungan berbagai pihak (stakeholder).
Nilai Edukasi: Konsep Agrowisata yang Menginspirasi
Salah satu langkah cerdas yang diambil adalah mengubah area kolam seluas 5 petak menjadi destinasi Wisata Edukasi Perikanan.
Konsep ini memberikan banyak manfaat, antara lain:
1. Pusat Belajar: Lokasi ini kini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak sekolah dan pengunjung untuk mengenal proses budidaya ikan secara langsung.
2. Ekonomi Kreatif: Disediakan gazebo-gazebo nyaman untuk bersantai keluarga, dilengkapi dengan kuliner khas seperti Nasi Liwet dadakan olahan anggota. Ini menjadi sumber pemasukan tambahan di luar hasil panen ikan.
3. Pelestarian Lingkungan: Pengunjung diajak untuk mencintai lingkungan yang bersih dan terawat, di mana kolam-kolam ikan menjadi bagian dari ekosistem yang asri.

Dukungan dan Harapan Baru
Kepedulian pihak luar pun mulai mengalir. Baru-baru ini, Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi memberikan dukungan berupa puluhan ribu benih ikan mas. Bantuan ini menjadi suntikan semangat baru bagi kelompok.
“Kami terus berinovasi dan berkorban demi kesuksesan bersama. Apapun kondisinya, Pokdakan ini harus tetap eksis sebagai tempat bersatunya warga,” ungkap semangat yang tertanam di hati para anggota.
Kisah Mina Sauyunan Kadulawang mengajarkan kita bahwa dalam berwirausaha perikanan, ketahanan mental dan kreativitas adalah kunci. Ketika satu sisi terganjal masalah, diversifikasi usaha seperti wisata edukasi bisa menjadi jalan keluar yang cerdas sekaligus bermanfaat bagi masyarakat banyak.
Red/HJS

























