Kabarjournalist com – Sukabumi – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi menggelar kegiatan komunikasi dan motivasi pelayanan publik yang menghadirkan pakar komunikasi nasional Dr. Aqua Dwipayana pada Selasa (22/7).
Kegiatan yang berlangsung di aula kantor tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi Hengki Irawan serta diikuti oleh seluruh jajaran pegawai, termasuk para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Aqua Dwipayana memberikan motivasi dan pembekalan kepada para peserta, dengan fokus pada peningkatan kualitas komunikasi dan sikap mental dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Ia menekankan bahwa komunikasi yang baik bukan hanya soal teknik menyampaikan pesan, melainkan juga tentang empati, rasa hormat, dan ketulusan hati dalam melayani masyarakat.
“Salah satu kunci sukses dalam bekerja adalah menjalani tugas dengan ikhlas dan bersyukur. Profesi sebagai aparatur sipil negara adalah amanah, bukan sekadar pekerjaan,” ujar Dr. Aqua di hadapan peserta.
Ia mengajak seluruh pegawai untuk menginternalisasi konsep hidup “3B” yakni berdoa, bekerja, dan bersyukur, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya lima prinsip hidup: keikhlasan, kerja keras, rasa syukur, pendidikan, dan pengabdian.
Komunikasi akan menjadi lebih efektif dengan menerapkan rumus “R.E.A.C.H. + A.C.” yang memiliki makna Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble, Action dan Consistency. Penerapan rumus tersebut akan menghasilkan suatu pelayanan progresif sehingga layanan yang diberikan tidak menimbulkan keluhan.

Kepala Kantor Imigrasi, Hengki Irawan, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi untuk memperkuat kapasitas pegawai dalam memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas.
“Komitmen kami adalah mewujudkan pelayanan yang prima. Untuk itu, dibutuhkan pegawai yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang secara mental dan etika,” jelas Hengki.
Dalam diskusi interaktif, Dr. Aqua menambahkan bahwa pegawai imigrasi sebagai representasi negara di bidang pelayanan keimigrasian harus memiliki tiga karakter utama: kredibilitas, komitmen, dan konsistensi.
Ia juga mengajak peserta untuk terus menetapkan tujuan hidup, berpikir positif, fokus pada solusi, dan menjadikan keberhasilan sebagai bentuk kebahagiaan bagi orang tua serta masyarakat luas.
“Jangan pernah lupa bahwa keberhasilan sejati adalah saat kita mampu membahagiakan orang tua dan memberi manfaat bagi sesama,” tutup Dr. Aqua.
Kegiatan ini diharapkan dapat membangun semangat baru dalam tubuh organisasi, serta
mendorong seluruh pegawai untuk terus mengembangkan kualitas pelayanan yang komunikatif, ramah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

























