Kabarjournalist.com – Sukabumi – Peringatan Hari Nelayan Nasional ke-66 tahun 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi simbol kearifan lokal dan tradisi leluhur yang terus dijaga oleh masyarakat pesisir. Kegiatan ini hadir sebagai wujud sujud syukur masyarakat nelayan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan keselamatan di tengah samudra.
Ketua Umum Panitia Hari Nelayan Nasional ke-66, Pepen Supendi, menyampaikan bahwa perayaan ini merupakan agenda rutin yang setiap tahunnya digelar bersama seluruh tokoh masyarakat dan warga nelayan di sepanjang garis pantai.
“Pesta Hari Nelayan Nasional ini merupakan tanda sujud syukur kami kepada Allah SWT. Tradisi ini telah lama berjalan dan terus dilestarikan sebagai identitas kami sebagai masyarakat pesisir,” ujar Pepen Supendi dalam keterangannya.
Lebih jauh, Pepen berharap kegiatan besar ini dapat menjadi magnet yang kuat bagi dunia pariwisata. Berbagai atraksi dan ritual yang ditampilkan diharapkan mampu menarik minat wisatawan, tidak hanya dari wilayah Kabupaten Sukabumi, tetapi juga dari berbagai penjuru provinsi hingga seluruh Indonesia.
“Semoga dengan adanya Pesta Laut yang dilaksanakan setiap tahun ini, bisa semakin menarik wisatawan untuk berkunjung. Sehingga keindahan dan kekayaan budaya di pesisir pantai kita semakin dikenal luas,” harapnya.
Dengan semangat kebersamaan dan rasa syukur yang mendalam, peringatan Hari Nelayan kali ini diharapkan dapat membawa berkah, keselamatan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat nelayan serta memberikan dampak positif bagi kemajuan pariwisata daerah.
Red/HJS






















