Kabar Journalist

Home / sosial / Sukabumi

Senin, 15 Juni 2026 - 16:14 WIB

Seorang Pedagang Air Mineral Keluhkan Omzet Turun Akibat Pemadaman Listrik Berulang. “Walaupun hanya 30–40 galon, tapi itu sangat berarti bagi kami”

Kabarjournalist.com – Sukabumi
Pemadaman aliran listrik yang dilakukan PLN di titik wilayah Sukabumi dengan alasan pemeliharaan jaringan menimbulkan keluhan dari warga. Gangguan ini dirasakan mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama karena dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, sehingga warga tidak memiliki persiapan.

Berbagai aktivitas menjadi terhambat: mulai dari pengisian daya perangkat elektronik, pemeliharaan akuarium, hingga latihan siswa yang menggunakan perangkat pengeras suara terpaksa ditunda. Dampak paling terasa dirasakan oleh pelaku usaha dan UMKM yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

Dikonfirmasi melalui pesan singkat, petugas PLN Kota Sukabumi membenarkan adanya pemadaman di sejumlah titik. Menurutnya, gangguan ini diperkirakan hanya berlangsung beberapa jam.

Baca Juga  Sempat Diamuk Massa, Seorang Terduga Pencuri Akhirnya di Amankan Polisi

“Ya, saat ini terjadi pemadaman listrik, namun kondisinya tidak seperti sebelumnya. Diperkirakan pulih dalam beberapa jam ke depan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” jelas petugas PLN.

Meski berlangsung singkat, pemadaman yang terjadi berulang kali dalam beberapa pekan terakhir berdampak nyata bagi kelangsungan usaha. Salah satunya dialami oleh seorang pedagang air mineral yang telah menjalani usahanya selama 7 tahun ini.

“Selama 7 tahun saya berdagang, baru kali ini mengalami pemadaman yang berulang hingga beberapa kali dalam satu minggu,” ujar seorang penjual Air Galon Isi Ulang, berinisial D yang tak mau disebutkan namany kepada Kabarjournalist.com, Senin (15/6/2026).

Baca Juga  Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Suntana : Jangan bikin susah masyarakat yang sedang membuka usaha

Menurutnua, gangguan ini merugikan karena ia tidak dapat mengisi air ke dalam galon sebagai persediaan, sekaligus kehilangan kesempatan melayani pelanggan.

“Tidak semua pelanggan mau menunggu. Sebagian memilih membeli ke tempat lain, sehingga omzet harian pun berkurang. Walaupun jumlahnya sekitar 30–40 galon saja, tapi itu sangat berarti bagi kami pedagang kecil,” keluhnya.

Dengan harga jual Rp5.000 per galon, setiap kali terjadi pemadaman ia kehilangan potensi pendapatan sebesar nilai penjualan 30–40 galon tersebut.

“Alat pengisian air kami menggunakan listrik, jadi saat mati listrik tidak bisa beroperasi. Sebagai masyarakat kecil, kami hanya bisa pasrah saja,” tambahnya lirih.

Baca Juga  PEMBEKALAN MENTOR PKN TINGKAT II ANGKATAN VI, ADA TIGA PENILAIAN PRINSIP TERKAIT SIKAP PERILAKU

Deri berharap ke depannya PLN dapat memberikan pemberitahuan lebih awal jika akan melakukan pemadaman, agar pelaku usaha dapat mempersiapkan langkah antisipasi.

“Kalau pelanggan sudah terlanjur beli ke tempat lain, kadang sulit untuk kembali lagi. Mereka butuh pelayanan yang cepat dan ketersediaan barang. Kami pun ingin tetap bisa melayani dengan baik agar mereka puas,” tegasnya.

Ia berharap gangguan seperti ini tidak terulang lagi, agar usahanya tetap berjalan lancar dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga.

Red/HJS

Share :

Baca Juga

Sukabumi

Petugas Gagalkan Penyelundupan Obat Terlarang ke Lapas Warungkiara, Disembunyikan di Alat Vital Pengunjung Wanita

Pendidikan

2168 Bintara Polri Resmi Ikuti Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi

Sukabumi

Ratusan Warga Binaan Lapas Warungkiara Laksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1445 H Sekaligus Penyerahan Ratusan Remisi

Jawa Barat

Kapolres Sukabumi Kota Berikan Apresiasi Pelaksanaan Sukabumi Challenge Taekwondo Walikota Cup

Sukabumi

Kodim 0607/ Kota Sukabumi adakan Patroli Gabungan Di Wilayah Kota Sukabumi

pemerintahan

Dini Bayu, Anggota DPRD Kota Sukabumi Dapil 2, Terus Berinovasi Ciptakan Peluang Usaha di Bidang Perikanan

Bisnis

Jalin Sinergitas, SMSI Sukabumi Raya Bareng DKUKM Bahas Branding Produk UMKM

Sukabumi

Rekonstruksi Pembunuhan Sopir Taksi Online Oleh 2 Tersangka Dilakukan 64 Adegan