Kabar Journalist

Home / Nasional

Rabu, 9 Oktober 2024 - 10:22 WIB

Kadis Kesehatan Kabupaten Sukabumi Berikan Klarifikasi Terkait Pengadaan Alkes DAK Tahun 2024 : “Sudah Sesuai Juklak dan Juknis”

Kabarjournalist.com – Beredarnya pemberitaan yang menyudutkan Bupati Sukabumi dan salah seorang anggota DPRD, dengan Judul yang menggunakan diksi ” Diduga” Bupati Sukabumi dan Oknum DPRD terlibat pengadaan Alkes DAK Tahun 2024 di RSUD Palabuhanratu mengundang reaksi dari pihak-pihak terkait. Salahsatunya datang dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi.

Agus menyampaikan klarifikasi terkait dugaan atas persoalan tersebut, yang menurutnya tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Baca Juga  Weekend Memories LCS Dihadiri Inohong Sukabumi

“Berita dengan narasi diduga Bupati Sukabumi dan oknum DPRD terlibat pengadaan Alkes DAK Tahun 2024 di RSUD Palabuhanratu itu tidak benar. Saya Kadinkes sebagai Penggunaan Anggaran (PA) memastikan bahwa realisasi anggaran DAK fisik Tahun 2024, pak Bupati tidak mendisposisi, memerintahkan atau memberikan arahan ke siapa pun,” tegas Kadinkes.

Agus Sanusi menegaskan, fakta yang ada mengenai realisasi Pengadaan Alkes DAK Tahun 2024 di RSUD Palabuhanratu tersebut, sudah sesuai dengan juklak dan juknis.

Baca Juga  Status Siaga Gunung Api Semeru Menjadi "Status Awas"

“Saya (Kadinkes-red) mengintruksikan kepada PPK agar dalam pelaksanaan belanja barang dan jasa harus sesuai dgn juklak dan juknis dari Kemenkes bahwa penggunaan anggaran DAK fisik diharuskan belanja e-purchassing ecatalog, artinya harus belanja di etalase ekatalog sektoral Kemenkes,” tegasnya lagi.

Selain itu, lanjut Agus, ada Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mewajibkan sesuai spesifikasi yang sudah didesk bersama Kemenkes. sehingga dalam pelaksanaannya pemilihan penyedia berdasar kepada juklak juknis dan selalu berkoordinasi dengan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) dan inspektorat.

Baca Juga  Menkopolhukam dan Menkumham Temui Eks MAHID di Belanda Bahas Kewarganegaraan dan Repatriasi

Agus kembali menekankan, dirinya berharap klarifikasi terkait pemberitaan ” diduga” tersebut bisa dijadikan jawaban rujukan bagi semua pihak karena memang merujuk pada fakta-fakta yang sebenarnya.

Klarifikasi ini disampaikan, agar tidak terjadi mispersepsi di masyarakat terkait beredarnya pemberitaan yang menyudutkan Bupati Sukabumi dan salah seorang anggota DPRD.

Red/HJS

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Tingkatkan SDM Karyawan, Perumda AM TJM Adakan Pelatihan Penyambungan Pipa HDPE

Jawa Barat

Lapas Kelas IIA Warungkiara Ikut Serta dalam Ajang Pramuka Antar Warga Binaan di Lapas Cibinong, Diresmikan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI

Jawa Barat

Jeepsi Rescue Gunakan Alat Deteksi , Cari Titik Diduga Warga Tertimbun Longsor di Desa Cijedil

Jawa Barat

Optimalkan Layanan Publik Satu Pintu, Pemkab Sukabumi Dorong Pengembangan Spbe

Nasional

Polres Sukabumi Ringkus Seorang Pemuda yang Menganiaya Ayah Kandungnya di Palabuhanratu

Jawa Barat

Pemerintah Kota Sukabumi Susun RPD 2024-2026

Nasional

Di Wisuda STIKES Sukabumi, Wali Kota Sukabumi Harapkan Wisudawan Persiapkan Jemput Indonesia Emas 2045

Jawa Barat

Kapolres Sukabumi: Pengamanan Kunjungan Kerja Kepala Staf Presiden di Kalapa Nunggal Kabupaten Sukabumi Berlangsung Lancar